Tampilkan postingan dengan label KOLOM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KOLOM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

"PENJELASAN TIFATUL SEMBIRING TERKAIT HEBOH PEMBERITAAN PKS OLEH MEDIA"

 
"PENJELASAN TIFATUL SEMBIRING TERKAIT HEBOH PEMBERITAAN PKS OLEH MEDIA"


1. Assalamu'alaikum wrwb, selamat malam tweeps sekalian. Semoga selalu dlm sehat dan semangat. Amien. Sy akan kultwit..☺ 

2. Pertama mengenai salah paham proses penyitaan mobil di DPP PKS oleh petugas KPK. Menurut sekuriti gedung petugas KPK tiba pkl 22.00 malam.

3. T api menurut keterangan Johan Budi KPK tiba pukul 20.00 senin malam 6/5/2013. Jadi ada perbedaan 2 jam...

4. Menurut SG (sekuriti gedung) petugas tidak membawa surat penyitaan dan tdk jelas brp mobil dan mobil yg mana yg akan disita.

5. Ketika ditanyakan, petugas KPK menjawab "surat itu nanti saja, bisa menyusul". Menurut Johan Budi, petugas KPK membawa surat penyitaan.

6. Menurut SG, petugas KPK berucap "Gedung PKS inipun bisa kami sita". Mrk bersitegang SG tdk mau melepaskan mobil2 tsb. Lalu mobil disegel.

7. Pagi selasa 7/5 sy dpt info dr teman2, sy dalami. Berita2 ramai dg judul "PKS halangi penyitaan mobil2 milik LHI".

8. Info teman2 di DPP PKS mobil yg mau dibawa 6, pdhl mobil LHI hanya 1 dan 1 lagi kend operasional DPP. 3 lg mlk kader.

9. Sy kontak Pak Johan Budi. Lalu sy kontak DPP PKS. Pernyataan AlMuzammil Yusuf-DPP, "Silakan sita mobil2 tsb, tapi buat berita acaranya".

10. Kesimpulan: Silakan disita mobil2 di gdg PKS yg diduga ada kaitan dg kasus LHI, tapi harus sesuai prosedur hukum.

11. Kedua ttg Ahmad Fathanah (AF) yg memang jadi biang masalah yg mencoreng nama PKS. AF bukan kader, bukan pengurus PKS.

12. AF berteman dg Pak Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sjk dulu. AF pernah masuk penjara th 2005, terbukti wanprestasi voucher dan palsukan ttd LHI.

13. Info lain yg perlu diklarifikasi AF pernah di hukum di Thailand dan Australia. Stlh bebas AF kembali merapat kpd LHI.

14. AF memanfaatkan kedekatan dg LHI, diduga menjual nama LHI u/ dapatkan fee dan proyek2 u/ kepentingan pribadi.

15. Kaitan AF dg bbrp wanita, itu adalah tanggung jawab pribadi AF. Diluar pengetahuan pengurus PKS. Dia bukan kader PKS.

16. Pernyataan isteri AF bu Septi, bhw AF bukan kader PKS. Ayu Azhari: AF menjanjikan kerjaan show. Vitalia: AF kasih mobil dan berlian.

17. Dan wanita2 lain, terkait AF yg tidak ada hubungannya dg PKS. Kutipan media yg meng-ulang2 kata AF, LHI, Wanita2, terkesan satu kesatuan.

18. Kesimpulan: AF bukan kader PKS, memanfaatkan LHI. Minta uang kpd Laguna, u/ kepentingan pribadi. Yg tertangkap tangan adlh AF bukan LHI.

19. Jadi uang rp 1 Milyar itu tidak sampai ke LHI, disita KPK dr AF. Sy pernah komentar:"Kasus LHI bukan penyuapan, tp percobaan penyuapan".

20. Ketiga, kasus LHI dan saksi2: LHI ditahan dr DPP PKS sehari setelah AF ditangkap. KPK menyangka bhw uang dr AF akan diberikan kpd LHI.

21. KPK menyangka bhw LHI menggunakan pengaruhnya di Kementan untuk dapatkan tambahan kuota import daging sapi.

22. KPK menyangka LHI melalukan pencucian uang. Pengacara LHI, Pak Assegaf bertanya:"Pencucian uang yg mana? Wong uangnya blm diterima!"

23. Cacian thdp PKS merajalela, gambar2 kartun di socmed menyerang PKS. Sejumlah saksi2 dipanggil, isu seksi bagi media.

24. Hadir: Mentan Suswono, Dirjen, mantan dirjen, Ridwan ptra KH Hilmi, Sekjen PKS, Bendum PKS, Jazuli, isteri LHI. Besok KH Hilmi Aminuddin.

25. Hari senin 13/5 rencananya Presiden PKS Anis Matta. Adiknya Saldi Matta sudah. Tidak tahu siapa lg yg akan menyusul.

26. Wajar kader2 dan pengurus PKS bertanya ttg keadilan hukum. Ada kasus sebesar rp 1,3 Trilyun (rp 1.300 milyar) 2thn baru jadi tersangka..

27. Dan ybs tidak ditahan. Tapi LHI kasusnya rp 1 Milyar, uang belum diterima. Langsung ditahan, digelandang malam2 dari kantor DPP PKS?

28. Semua orang sama posisinya dihadapan hukum, hanya kader2 bertanya, mengapa ada perlakuan yang berbeda.

29. Soal orang2 yg dipanggil KPK, orang awam kadang sulit membedakan mana tersangka mana saksi. Ada yg tanya apakah AF presiden PKS?..☺

30. PKS masih me-nunggu2 apa tuduhan thd LHI. Siapa sebenarnya yg salah. Semoga keadilan tetap tegak di negeri ini ...

31. Sebagai partai dakwah, kami tetap meng-islah bangsa ini, PKS akan terus berjuang demi kebaikan dan kejayaan Indonesia. Tak peduli cacian.

32. Setiap perjuangan pasti ada rintangan dan cobaannya. Insya Allah kader2 PKS tetap tegar. Hingga mencapai "Kalimatullah hiyal 'ulya".

33. Kita harus tetap #HormatiProsesHukum dinegeri yang kita cintai ini. Terimakasih atas kesabaran tweeps budiman tlh mengikuti kultwit ini.


*sumber: twiter @tifsembiring1. Assalamu'alaikum wrwb, selamat malam tweeps sekalian. Semoga selalu dlm sehat dan semangat. Amien. Sy akan kultwit..☺

2. Pertama mengenai salah paham proses penyitaan mobil di DPP PKS oleh petugas KPK. Menurut sekuriti gedung petugas KPK tiba pkl 22.00 malam.

3. T api menurut keterangan Johan Budi KPK tiba pukul 20.00 senin malam 6/5/2013. Jadi ada perbedaan 2 jam...

4. Menurut SG (sekuriti gedung) petugas tidak membawa surat penyitaan dan tdk jelas brp mobil dan mobil yg mana yg akan disita.

5. Ketika ditanyakan, petugas KPK menjawab "surat itu nanti saja, bisa menyusul". Menurut Johan Budi, petugas KPK membawa surat penyitaan.

6. Menurut SG, petugas KPK berucap "Gedung PKS inipun bisa kami sita". Mrk bersitegang SG tdk mau melepaskan mobil2 tsb. Lalu mobil disegel.

7. Pagi selasa 7/5 sy dpt info dr teman2, sy dalami. Berita2 ramai dg judul "PKS halangi penyitaan mobil2 milik LHI".

8. Info teman2 di DPP PKS mobil yg mau dibawa 6, pdhl mobil LHI hanya 1 dan 1 lagi kend operasional DPP. 3 lg mlk kader.

9. Sy kontak Pak Johan Budi. Lalu sy kontak DPP PKS. Pernyataan AlMuzammil Yusuf-DPP, "Silakan sita mobil2 tsb, tapi buat berita acaranya".

10. Kesimpulan: Silakan disita mobil2 di gdg PKS yg diduga ada kaitan dg kasus LHI, tapi harus sesuai prosedur hukum.

11. Kedua ttg Ahmad Fathanah (AF) yg memang jadi biang masalah yg mencoreng nama PKS. AF bukan kader, bukan pengurus PKS.

12. AF berteman dg Pak Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sjk dulu. AF pernah masuk penjara th 2005, terbukti wanprestasi voucher dan palsukan ttd LHI.

13. Info lain yg perlu diklarifikasi AF pernah di hukum di Thailand dan Australia. Stlh bebas AF kembali merapat kpd LHI.

14. AF memanfaatkan kedekatan dg LHI, diduga menjual nama LHI u/ dapatkan fee dan proyek2 u/ kepentingan pribadi.

15. Kaitan AF dg bbrp wanita, itu adalah tanggung jawab pribadi AF. Diluar pengetahuan pengurus PKS. Dia bukan kader PKS.

16. Pernyataan isteri AF bu Septi, bhw AF bukan kader PKS. Ayu Azhari: AF menjanjikan kerjaan show. Vitalia: AF kasih mobil dan berlian.

17. Dan wanita2 lain, terkait AF yg tidak ada hubungannya dg PKS. Kutipan media yg meng-ulang2 kata AF, LHI, Wanita2, terkesan satu kesatuan.

18. Kesimpulan: AF bukan kader PKS, memanfaatkan LHI. Minta uang kpd Laguna, u/ kepentingan pribadi. Yg tertangkap tangan adlh AF bukan LHI.

19. Jadi uang rp 1 Milyar itu tidak sampai ke LHI, disita KPK dr AF. Sy pernah komentar:"Kasus LHI bukan penyuapan, tp percobaan penyuapan".

20. Ketiga, kasus LHI dan saksi2: LHI ditahan dr DPP PKS sehari setelah AF ditangkap. KPK menyangka bhw uang dr AF akan diberikan kpd LHI.

21. KPK menyangka bhw LHI menggunakan pengaruhnya di Kementan untuk dapatkan tambahan kuota import daging sapi.

22. KPK menyangka LHI melalukan pencucian uang. Pengacara LHI, Pak Assegaf bertanya:"Pencucian uang yg mana? Wong uangnya blm diterima!"

23. Cacian thdp PKS merajalela, gambar2 kartun di socmed menyerang PKS. Sejumlah saksi2 dipanggil, isu seksi bagi media.

24. Hadir: Mentan Suswono, Dirjen, mantan dirjen, Ridwan ptra KH Hilmi, Sekjen PKS, Bendum PKS, Jazuli, isteri LHI. Besok KH Hilmi Aminuddin.

25. Hari senin 13/5 rencananya Presiden PKS Anis Matta. Adiknya Saldi Matta sudah. Tidak tahu siapa lg yg akan menyusul.

26. Wajar kader2 dan pengurus PKS bertanya ttg keadilan hukum. Ada kasus sebesar rp 1,3 Trilyun (rp 1.300 milyar) 2thn baru jadi tersangka..

27. Dan ybs tidak ditahan. Tapi LHI kasusnya rp 1 Milyar, uang belum diterima. Langsung ditahan, digelandang malam2 dari kantor DPP PKS?

28. Semua orang sama posisinya dihadapan hukum, hanya kader2 bertanya, mengapa ada perlakuan yang berbeda.

29. Soal orang2 yg dipanggil KPK, orang awam kadang sulit membedakan mana tersangka mana saksi. Ada yg tanya apakah AF presiden PKS?..☺

30. PKS masih me-nunggu2 apa tuduhan thd LHI. Siapa sebenarnya yg salah. Semoga keadilan tetap tegak di negeri ini ...

31. Sebagai partai dakwah, kami tetap meng-islah bangsa ini, PKS akan terus berjuang demi kebaikan dan kejayaan Indonesia. Tak peduli cacian.

32. Setiap perjuangan pasti ada rintangan dan cobaannya. Insya Allah kader2 PKS tetap tegar. Hingga mencapai "Kalimatullah hiyal 'ulya".

33. Kita harus tetap #HormatiProsesHukum dinegeri yang kita cintai ini. Terimakasih atas kesabaran tweeps budiman tlh mengikuti kultwit ini.


*sumber: twiter @tifsembiring

Sabtu, 30 Maret 2013

Analisa Hukum LHI: Inilah Kasus Suap Pertama yang Membuat KPK Buntu!





by @dangtuangku

  1. Sebenarnya tak susah untuk tahu janggalnya kasus LHI yg diusut KPK.

  2. Pertama KPK persangkakan LHI terima suap. Pasal 5, 11 dan 12 UU Tipikor.

  3. Bukti yg digadang2kan KPK lewat bocoran ke media adalah ada rekaman sadapan.

  4. Ternyata belakangan rekaman itu tidak ada seperti pengakuan KPK sendiri.

  5. Pertemuan Medan yg disebut2 utk suap kuota impor. Ternyata juga pepesan kosong.

  6. Disana bukan soal suap tapi adu data antara mentan dgn asosiasi importir.

  7. Mentan bilang persediaan daging cukup dan kuota tak perlu naik. Asosiasi minta kuota naik.

  8. Mentan menolak permintaan menaikkan kuota. Fakta data, kuota turun. Mentan benar.

  9. Awalnya KPK menggambarkan lewat bocoran ke media, pertemuan Medan begitu hebat.

  10. Bocoran itu menciptakan interprestasi seakan dihadiri LHI-Mentan dan Indoguna sekaligus.

  11. Fakta yg terungkap ternyata beda. LHI-Mentan-Indoguna tak ketemu bersamaan dlm satu pertemuan.

  12. Inilah kasus suap pertama yg membuat KPK buntu, padahal katanya tangkap tangan.

  13. Penyebab buntunya karena LHI tak tangkap tangan. Uang AF tak pernah sampai ke LHI.

  14. Ini yg kami sebutkan perbedaan penampilan KPK dlm kasus LHI dgn kasus suap lain.

  15. Dalam kasus LHI yg tertangkap tangan AF, makelar yg diasumsikan suruhannya LHI.

  16. Kami dr awal amat yakin KPK tak punya sadapan percakapan LHI-AF soal suap.

  17. Walau KPK lewat media yg digalang johan budi, membuat kesan bahwa rekaman itu ada.

  18. Mengapa kami dari awal tak yakin. Sebab jika memang ada rekaman itu, so KPK pasti tunggu uang suap mengalir dulu ke LHI.

  19. Setelah itu baru tangkap tangan. Dan pembuktian gampang. Tidak perlu ruwet begini. Ada apa sebenarnya dibalik kasus LHI?

  20. Faktanya tidak. AF terpaksa diciduk krn ada tanda2 uang itu memang bukan untuk LHI. Sekali lagi ada apa sebenarnya dibalik kasus LHI?

  21. Kami sudah tuitskan banyak kasus suap yg ditangkap kpk lain.

  22. Gimana KPK bisa tunggu uang sampai ke penyelenggara negara berhari2.

  23. Kasus james gunarjo-tommy hindratmo, suap pegawai pajak dari bhakti investama, misalnya. Uang udah di kurir tiga hari.

  24. KPK sabar menunggu sampai mengalir dari kurir ke tommy. Mengapa? KPK sangat yakin bakal mengalir ke tommy karena ada sadapan.

  25. Sedangkan AF yg diasumsikan KPK sebagai kurir LHI, justru tidak ditunggu KPK sampai AF bawa uang ke LHI. Mengapa?

  26. Mengapa? Karena KPK tak yakin uang bakal sampai ke LHI. Sebab tak ada sadapan sbg penuntun. Sumber kami di kpk jg membenarkan soal ini.

  27. Bingung buktikan LHI terima suap, KPK pake jurus kedua. Jurus klasik polisi dan jaksa. Ingat, KPK kan polisi dan jaksa juga hehehe...

  28. Rusak karakter LHI dgn tsk pencucian uang. Bikin sebanyak2nya pasal tuduhan. Tokh masyarakat juga banyak tak ngerti.

  29. Kami berdiskusi dgn banyak pakar dan penegak hukum senior. Gimana kok bisa LHI menjadi tsk pencucian uang?

  30. Apa pidana pokoknya sehingga dituduh melakukan tindak pidana pencucian uang?

  31. Pidana pokok yg mungkin, ya suap tadi. Lha bukti suap gak ketemu-ketemu, malah pindah sangkaan pencucian uang.

  32. Lihat pasal cucian uang: menerima, bla2...uang yg diduga diketahui hasil tindak pidana.

  33. Konstruksinya, LHI terima uang yg diduga diketahui LHI hasil tindak pidana.

  34. Tindak pidana apa? Ya tindak pidana suap yg tak bisa dibuktikan tadi.

  35. Lho gimana membuktikannya? Apa pakai sulap?

  36. KPK bila ditanya soal ini ngeles nanti dibuktikan di pengadilan. http://Ngeles.com  klasik hehehe.

  37. Kami menduga, penetapan tsk pencucian uang adalah strategi KPK ulur waktu kasus LHI. Istilah lainnya seperti digoreng-goreng lah.

  38. Sambil meluncurkan duluan kasus arya-juard ke penuntutan dan terus ke pengadilan.

  39. Sebab waktu dah mepet. Tsk ditahan dan ada batas waktu kewenangan penyidik menahan.

  40. Jadi perkara juard-arya, pemberi uang ke AF, diadili dulu di pengadilan tipikor.

  41. Goreng2an kasus LHI ala KPK di penyidikan ini akan dijadikan alat tekan berupa opini kepada hakim yg periksa kasus arya-juard.

  42. Agar perkara juard-arya yg diperiksa hakim di pengadilan terpaksa dinyatakan terbukti.

  43. KPK menurut kami tak peduli lamanya arya-juard dihukum, sebulan kek, yg penting terbukti.

  44. Bila arya-juard, terbukti maka LHI otomatis di pengadilan nantinya terpaksa terbukti juga.

  45. Utk bisa memahami tuits kami ini soal strategi KPK. Liatlah kasus anggodo.

  46. Buang dulu prasangka ke anggodo seperti gambaran pers. Anggodo dituduh menyuap. Kita bicara hukum aja.

  47. Mari kita merenung. Siapa yg disuap anggodo sebenarnya? Bibit-Chandra atau Ari Muladi.

  48. Bibit-Chandra tidak. Faktanya. Keduanya tak diadili kok. Ari Muladi. Siapa Ari?

  49. Pejabat negara? Bukan. Swasta. Persis seperti AF, bukan pejabat negara.

  50. Tapi tekanan opini yg digalang johan budi membuat anggodo jadi musuh bersama.

  51. Ada tak ada yg disuapnya, pokoknya harus terbukti suap, karena duit kakaknya dah keluar.

  52. Oh ya, sekedar mengingatkan, duit suap itu milik anggoro, kakak anggodo.

  53. Faktanya hakim menyatakan anggodo terbukti menyuap. Siapa yg disuapnya? Hantu?

  54. Balik ke kasus LHI. Perkara Arya-Juard akan juga dipaksakan terbukti. Kalo tidak gawat.

  55. Kami diskusi dgn para penegak hukum senior. Mereka punya kesimpulan sama.

  56. Banyak yg aneh dlm kasus LHI. Mereka juga bilang LHI dan kasus sprindik AU adalah pertaruhan besar KPK.

  57. Bila LHI tak terbukti nantinya di pengadilan, sprindik terbukti disebar pimpinan KPK yg dah disumpah jaga rahasia, KPK bisa bubar.

  58. Sebab, kata mereka, bila KPK terbukti mengkriminalisasi LHI dan ada motif politik dibalik sprindik, akan muncul arus balik besar ke KPK.

  59. Ini sebabnya KPK akan mati2an membuktikan Arya-Juard. Main kotor bila perlu.

  60. Sekian tuits ini, sambil kita tunggu perkara arya-juard. Moga2 cepat masuk pengadilan.

  61. Agar kita tahu dan menguji dugaan kita dgn lihat kasusnya di pengadilan yg sudah terbuka.

  62. Merdeka. Informasi milik semua.

*https://twitter.com/dangtuangku

Rabu, 13 Maret 2013

"Saya PKS dan Saya Bahagia..."

Umi Kulsum | Kompasiana
(seorang ibu, guru, dan pembelajar)

Gak penting-penting amat, sebenarnya. Tapi saya ingin menyampaikannya. Nah, mari mulai.

Saya PKS. Suami saya pun juga. Anak-anak saya sering ikut aksi damai, mulai dari peringatan hari Ibu, aksi damai Palestine, dan lain-lain. Anak-anak saya juga sering ikut kajian bersama-sama. Bertemu dengan anak-anak kecil lain. Mereka bermain, kami orang tuanya menimba ilmu. Ada satu dua tiga empat bapak/ibu atau para akhwat yang menjaga anak-anak. Sukarela saja. Saling membantu dan meringankan. Ada yang menangis, maka sebagian akan membantu menenangkan. Terjadi begitu saja. Mengalir dengan indah.
Saya PKS. Suami saya juga. Sejak kapan? Sejak sebelum PKS lahir. Karena PKS cuma nama, cuma bentuk. Inti gerakannya sama: berbenah diri, mengembangkan kapasitas pribadi dan keluarga. Lalu sama-sama bergerak di masyarakat. Melakukan yang kami bisa. Membenahi yang kami mampu. Tentu tetap sambil membenahi diri. Karena kami kumpulan manusia. Yang bisa bersemangat suatu waktu, dan loyo diwaktu lain. Kami bisa merasa sempit di satu kesempatan, dan sangat lapang di  kesempatan lain. Saat loyo, maka ada teman-teman yang menyemangati. Tidak selalu lewat nasehat verbal. Sering kali nasehat yang didapat justru nasehat lain: ada contoh kesabaran dari satu orang. Contoh kesederhanaan dari orang lain. Contoh kekokohan hati dari lain lagi.  Mengalir begitu saja. Dengan indah, tentunya.
Saya PKS.  Suami saya juga. Dapat apa? Harta? Oh, tidak. Kami masing-masing bekerja. Dan memang itulah yang diajarkan. Kami harus bekerja, berbuat. Lakukan yang maslahat. Agar banyak memberi manfaat. Kerja itu ibadah. Bermain bersama anak-anak itu ibadah. Membahagiakan orang tua itu ibadah. Bercengkrama bersama suami itu ibadah. Menuntut ilmu itu ibadah. Membuang sampah pada tempatnya itu ibadah. Meringankan  kesulitan orang lain itu ibadah. Bersikap ramah itu ibadah. Berkata-kata baik itu ibadah. Tersenyum itu ibadah. Mengalir begitu saja, dengan indah.
Saya PKS. Asli, kader tulen. Ketika saya mengadu karena sakit hati, maka saya didorong untuk memaafkan. Ketika menceritakan keburukan kata-kata orang lain, maka saya diminta untuk berlapang dada dan mendoakan. Satu dua tiga empat (bahkan berkali-kali)  kesalahan saya buat. Dan selalu (alhamdulillah) ada tangan-tangan yang menjawil. Ada yang bergerak mengingatkan. Membuat kesadaran muncul, dan kembali lagi. Begitu terus. Ada kesepakatan tak tertulis antar kader: bahwa nasehat menasehati harus menjadi kebiasaan, karena dakwahlah panglima kami. Mengalir begitu saja, dengan indah.
Saya PKS, asli. Tulen. Tidak selalu hubungan antar kader mulus dan tenang. Karena kami kumpulan manusia, dengan emosi yang normal ala manusia. Tak satupun dari kami mengaku atau merasa malaikat. Konflik itu selalu muncul, dimana saja, kapan saja. Irama penyelesaiannya nyaris sama: jika sangat gawat, maka musyawarah harus dikedepankan. Jika ringan, maka melapangkan dada adalah satu-satunya pilihan. Tidak meributkan konflik, kami memilih bergerak memikirkan kerja. Proyek kebaikan apakah  yang harus dikerjakan sekarang? Jika sudah, proyek apa yang berikutnya? Begitu terus. Kami dibiasakan bekerja. Bicara banyak saat meeting, untuk merencanakan kerja. Melokalisir konflik hanya pada telinga-telinga yang layak dan boleh mendengar. Karena sungguh sebagian besar masalah manusia adalah bermula dari tidak terkendalinya lisan. Lisan yang dibebani dengan prasangka lebih gawat lagi. Tajam mengiris-iris. Bukan mengiris korbannya,  tapi mengiris  pelakunya. Bukankah berita  buruk tapi tidak benar akan kembali pada si pelaku?
Saya PKS, dan suami saya juga. Kami terbiasa dengan ta’awun, atau tolong menolong. Ada yang sakit dan dirawat di rumah sakit, maka bantuan akan mudah mengalir. Ada yang hendak menikah dan tergolong tidak mampu, maka bantuan juga mengalir. Sudah sangat biasa kami dikabari kecamatan A banjir, dan butuh nasi bungkus untuk malam ini juga, sekian bungkus. Nasi-nasi bungkus itu akan muncul dengan jumlah seperti yang diharapkan. Bahkan lebih. Disertai dengan bantuan-bantuan lain. Kayakah semua kadernya? Tentu tidak. Tapi kami terbiasa mendahulukan kesempatan berbuat baik.
Saya PKS, dan suami saya juga. Ada yang terang-terangan mengatakan bahwa saya terlalu loyal pada PKS. Menuruti segalanya tanpa reserve. Saya terlalu taklid. Dia yang mengatakan itu tentu tidak tahu bagaimana dinamika saya di dalamnya. Tidak mengikuti betul bagaimana konflik-konflik terjadi, dan bagaimana mengatasinya. Yang dilihat hanyalah pilihan kami bertahan di dalamnya. Pilihan yang dilakukan dengan rela dan gembira.
Saya PKS, dan suami saya juga. Ada yang mengatakan saya jumud. Stagnan. Penilaian yang tidak saya temukan kebenarannya. Di PKS justru saya bisa berkembang. Saya bisa  berbagi dan berdiskusi dengan ibu-ibu pengusaha dan birokrat dalam kajian rutin mingguan. Selain itu, saya juga bisa masuk di kalangan ibu-ibu ekonomi lemah lewat program bantuan usaha. Saya juga mengembangkan diri di sekolah dasar islam terpadu, sebagai guru atau  wakil kepala sekolah.  Dari PKS lah saya mendapatkan semangat membuat lembaga pendidikan usia dini di rumah dan mengelolanya bersama empat belas guru yang tulus. PKS juga mengajarkan saya untuk melakukan yang terbaik di institusi pendidikan dimana saya ditugaskan sebagai guru bahasa inggris. Semua dilakukan dengan indah.
Saya PKS, dan suami saya juga. Maka ketika tudingan-tudingan miring terjadi, sempat kami tertegun. Bukan menyesali pilihan untuk bertahan di PKS. Tapi heran dan takjub dengan komentar, tulisan yang muncul dari orang-orang yang merasa sangat tahu lika-liku PKS.  Setelahnya, kami tak peduli. Ada prioritas lain yang harus kami kejar: proyek kebaikan yang belum selesai. Yang sedang dan akan dikerjakan. Itu jauh lebih penting. Karena kami yakin, yang bisa membuktikan hanyalah kerja.
Maka  apapun yang disampaikan itu, adalah nasehat. Tak peduli yang menyampaikan dilandasi dengki, benci, kasih sayang, atau eman-eman. Tidak penting. Kami tetap akan bekerja, melakukan yang kami bisa. Membenahi yang perlu. Menggandeng yang mau bergerak bersama.

Saya PKS, dan suami saya juga. Dan kami bahagia. Anda tertarik?


*http://politik.kompasiana.com/2013/03/12/saya-pks-dan-saya-bahagia-541467.htm

Kamis, 28 Februari 2013

Bedanya Anas dan LHI | Sebuah Catatan Hukum

*Oleh Deddy Armyadi*

Asyik nya Dunia Maya dengan segala fasilitasnya adalah seseorang bisa mengekspresikan apa yang ada dibenaknya untuk publik. Gonjang ganjing penegakan hukum pasti mengganggu setiap orang baik-baik di Indonesia, yaitu ketika supremasi hukum yang didasari ketegasan dan keadilan diabaikan.

Mengapa saya buat tulisan ini, hanya untuk mengajak semua pihak menjadi unsur perbaikan, karena saya yakin betul, setiap manusia yang punya nyawa berpengaruh terhadap baik dan buruknya kondisi suatu kaum. Mungkin lebih baik, mungkin lebih buruk.

Tergelitik saya membuat tulisan ini, ketika sekitar 30 menit yg lalu, saya lihat Bang Anas diwawancara dalam kondisi bebas, dengan sarung berwarna gelapnya, sangat terawat mungkin baru mandi karena segar bugar, sambil makan bakso (mungkin) di dalam mangkok.

Anas Urbaningrum inilah yang sekarang heboh dan didukung hampir semua media sebagai korban konspirasi, terdzolimi, dan korban makar, karena ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya ditetapkan pula sebagai tersangka Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK. Tak sampai 15 jam saja langsung dipenjara LHI ini.
*Apa bedanya? Mari kita lihat perbedaan keduanya.

*A. ALAT BUKTI*
Sesuai dengan Undang-undang, Alat bukti adalah :Pasal 184 ayat (1) KUHAP adalah sebagai berikuta. Keterangan Saksi;b. Keterangan ahli;c. Surat;d. Petunjuk;e. Keterangan terdakwa.

*Alat Bukti Anas*
Alat bukti untuk Anas sudah didapat KPK lebih dari 1 tahun yang lalu, dan khalayak umum pun sudah mengetahui alat buktinya, yaitu: Keterangan Nazarudin,* *keterangan Angelina sondakh, Rosa, yang sudah divonis, dan lain lain. Plus dengan barang bukti pula seperti transaksi penjualan perusahaan Nazarudin kepada Anas dan istrinya, juga Toyota Harier.

*Alat Bukti LHI*

Adapun untuk LHI, alat bukti masih dirahasiakan. Yang saya duga adalah pengakuan Ahmad Fatonah bahwa ia akan menyuap. Walau pun tidak ada bukti transaksional uang yang konon 1 milyar itu untuk LHI.
Tentunya khalayak umum sudah mengetahui bahwa posisi 1M ini: 980 juta berada di mobil AF, 10 juta di tas pribadi AF, dan 10 juta sudah menjadi milik Maharani dalam bentuk pemberian.
Seluruh uang ini ditarik kembali oleh KPK, dan KPK menetapkan jumlahnya penuh untuk suap kepada LHI.
Alat bukti ketiga kemungkinannya adalah pertemuan di Medan. Semoga saja KPK punya kartu truf untuk menunjukan bahwa pertemuan itu ada misi tersembunyi utk suap menyuap. Karena yang terekspos ke media pertemuan itu adalah pertemuan "adu data" antara Mentan dengan Asosiasi tentang kebutuhan impor daging. *Dan sampai detik ini tidak ada penambahan kuato impor.*

*B. PENJARA*
*Kasus Anas**
*Anas sekalipun tersangka, tidak mengenal penjara sebagaimana Luthfi yang langsung dipenjara. Tak terbayang oleh saya, bila Anas sampai dipenjara seperti LHI. Baru ditetapkan tersangka saja, semua menjerit karena menganggap Anas korban perbuatan dzolim dan konspirasi. Sejauh ini Anas masih sempat liburan ke Batam. Sebgaimana juga Andi Malarangeng, yang bebas berkeliaran sekitar 3 bulan lamanya. Atau tersangka lain seperti Emir Muis yang masih menghirup udara bebas setelah hampir setahun ia ditetapkan sebagai tersangka.

*Kasus LHI*
Tentunya KPK punya alasan, yaitu LHI khawatir kabur seperti Nazarudin, dan khawatir menghilangkan barang bukti. Tentunya kekhawatiran ini tidak terjadi pada diri Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, juga Emir Muis.

*C. SEBERAPA BANYAK BARANG BUKTI YG BISA DIHILANGKAN?*
*Mari kita lihat perbedaan kasus...*
*Hambalang*
Hambalang sudah merugikan uang negara sampe *TRILYUNAN*. Bila uang ini belum habis, tentu masih tercecer. Baik bentuk uang, ataupun bentuk properti sebagaimana penyitaan KPK kepada aset Joko Susilo dalam kasus simulator SIM. Semoga saja para tersangka ini baik hati sebagaimana husnudzon KPK tidak akan menghilangkan barang bukti. Karena ini jelas barang bukti masih berceceran.

*Kasus Impor Daging*
Kasus Impor Daging: Tidak ada uang negara yg dirugikan yang ada kalau toh benar itu uang suap, itu adalah uang PT Indoguna yang berpindah tangan ke Ahmad Fatonah. Dan tidak ada bukti transaksional antara AF ke Luthfi Hasan. Baik serah terima, transfer, atau apapun.

Konon katanya 1M yang tidak berada di tangan Luthfi Hasan, dan tidak juga dalam posisi segedung dengan Luthfi Hasan, tidak juga berada dalam suatu kawasan, adalah persekot dari 40M yang akan di bayar kemudian hari. Barangkali KPK khawatir Luthfi Hasan akan menghilangkan uang yg AKAN DIA TERIMA ENTAH 2 bulan lagi, mungkin 5 bulan lagi, mungkin 1 tahun lagi. Tapi rasanya aneh, apanya yg mau dihilangkan? uangnnya aja tidak ada? baru KATANYA DIKEMUDIAN HARI dan perlu diketahui pula  *Kuota Impor daging tidak akan bertambah*.

Sementara demikianlah notes ini dibuat. Saya teringat ucapan "lau saroqot fatimah" (silahkan gogling tentagn hal ini) untuk menutup notes ini dengan sebuah POSTULAT dari seorang yg bernama Muhammad ibn Abdullah, dan bergelar hamba dan Rosul Allah.. yang inti sari dari postulatnya:
"Beliau jamin hancurnya suatu bangsa, adalah ketika penegak hukum tebang pilih. Atas tuan-tuan, pelanggaran hukum tidak akan ditegakkan secara adil dan tegas, adapun untuk yang bukan tuan-tuan bahkan lawan dari tuan-tuan, hukum itu tegas bahkan kebablasan ditegakan".

Berbanggalah Anas, sedemikian belanya rakyat dari bangsa ini yang membelanya dari perbuatan dzolim, sekalipun bukti sudah terang benderan diketahui umum. []

Selasa, 26 Februari 2013

Menilik Konspirasi, Ahmad Fathanah (AF) Merupakan Seorang Inteligen, Benarkah?

Ahmad Fathanah seorang agen intelijen


Panduan bagi kita untuk mewaspadai siapa pun yang dekat -atau mendekati- kita. Selamat menyimak.

Menyimak Dunia Persilatan yang lagi gonjang ganjing, langit glap-glap...0_o..
ini ada sebuah analisa menarik dari temen saya alumni UI:
Ahmad Fathanah (AF), sebuah nama yang berarti seseorang yang Terpuji lagi Cerdas. Entah mengapa, saya tidak begitu tertarik dengan teori konspirasi yang baru saja dilontarkan Sang Presiden baru PKS saat konferensi press pertama itu. Tapi saya lebih tertarik dengan sosok si Terpuji dan Cerdas ini. Karena bagi saya, "keterpujian" dan kecerdasan perilakunya dalam kasus ini lebih terlihat seksi untuk dibahas dibanding terpilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS, lagi-lagi subyektif menurut saya.
Mengapa begitu?

Pertama, AF bukanlah kader PKS. Menurut Tifatul Sembiring, AF adalah teman dekat LHI sewaktu mondok bersama-sama di Pesantren Gontor. Saya membayangkan, ada seorang teman semasa SMA dulu di Madiun yang kemudian bertemu di Jakarta. Hal minimal yang saya lakukan adalah bertanya-tanya background dia; kerja apa, tinggal dimana, keluarga berapa, selama ini kemana saja, dsb.

Dalam dunia intelijen hal diatas dinamakan clearance. Tujuannya adalah memastikan bahwa latar belakangnya itu clear atau tak ada masalah. Siapapun kita saya yakin pasti akan melakukan hal serupa, meski secara tak sadar, hanya sekedar untuk basa-basi mengakrabkan percakapan.
Tahap lebih lanjut adalah cross check, datang ke rumahnya atau kantornya, cek facebook, cek twitternya, cek linkedin, kenalan dengan keluarganya, kenalan dengan temannya, dsb. Terlebih untuk posisi seorang yang sangat penting, proses clearance seharusnya dilakukan lebih canggih lagi. Tentunya hal ini bukan langsung dilakukan oleh ybs, tetapi oleh protokoler, ajudan, staff ahli, staff khusus, atau orang-orang disekeliling yang bertanggung jawab terhadap keselamatan beliau.

Pernah suatu saat saya diajak teman untuk bertemu pejabat Eselon 1 di UKP4. Dari ujung telpon sana sang pejabat minta nama lengkap serta beberapa data pribadi saya lewat teman saya itu. Data dikirim dan setengah jam kemudian ada konfirmasi, "Lu dah clear Way."
Balik maning ke AF,proses clearance seperti apa yang dilakukan sehingga AF begitu mudah dekat dengan LHI tanpa terdeteksi? Saya curiga AF adalah agent yang disusupkan serupa dengan Sigid Haryo Wibowo yang"menangani" Antasari Azhar. Atau Pollycarpus yang `ngerjain' almarhum Munir. Info dari staff KPK yang muncul di portal online menyatakan bahwa AF ini memiliki 5 istri dan 11 anak, WOW … saya musti ke pucuk dan bilang … pucuk ..pucuk...!?!?! Ikut aliran pencak silat apa dia sampai bisa beristri 5?

Jika satu parameter ini (istri 5) saja terdeteksi di awal bisa dipastikan logika akan berkata "There is something wrong!"

Kedua, hal yang membuat AF begitu seksi dimata saya adalah covering yang dibuatnya sangat khas seorang agent. Saya aduk-aduk simbah Google untuk menelusuri jejak-jejak AF didunia maya, namun nihil. Yang ada hanya laman berita-berita keterkaitan dia dengan kasus LHI. Setidaknya sampai saat ini saya tidak mengendus facebooknya,twitter, blog, atau lain sebagainya sebagaimana "manusia umum". Jika ada diantara pembaca yang mendapatkannya tolong beritahu saya. Saya malah nemu facebook Maharany hehehe ☺.

Dalam dunia intelijen, pantang seorang agent membuat jejak di dunia maya. Dia akan berusaha menutupi (covering) setiap identitas dirinya serapat mungkin. Baik identitas di dunia nyata maupun maya. Bahkan ada pameo didunia intelijen,"1000 covering tak pernah cukup!".

Lebih menarik lagi pengakuan kakak kandung AF di beberapa portal berita yang mengatakan bahwa tak tahu usaha atau bisnis apa yang sedang dijalankan AF. Wow, kalau yang ini saya musti salto, koprol, kayang, dan naik ke pucuk lagi … pucuk… pucuk…! Bagaimana mungkin seorang kakak tidak tahu bisnis apa yang sedang digeluti adiknya. Secara logika aja, hanya ada 2 kemungkinan, sang kakak bohong atau sang adik punya cover yang sangat tebal. Ahmad Fathanah Merupakan Seorang Inteligen,
Benarkah?
Belum lagi jika dikaitkan dengan 5 istrinya. Dengan salah satu apartemen istrinya di Margonda Residence, saya dulu pernah lihat-lihat harganya sekitar 300 juta. Anggap saja AF bisa berlaku adil dengan semua istrinya, maka masing-masing istri menerimatempat tinggal yang selevel yaitu 300 juta x 5 istri = 1,5 milyar. Belum harta-harta yang lain, mungkinkah orang dengan penghasilan segitu besar keluarga tak tahu asalnya darimana?

Atau hitungan jika hanya kontrak; 1,5juta/bulan x 5 istri = 7,5 juta/bln. Belum biaya 11 anak, konsumsi sehari-hari, biaya pulsa, bayar listrik, bayar air, dan lain sebagainya. Dengan asumsi biaya kontrak adalah 1/3 dari penghasilan sebulan maka pengeluaran sebulannya bisa mencapai min 22,5juta. Adakah kira-kira orang dengan gaji 22,5juta sebulan yang keluarga tidak tahu asal-usul hartanya? Sungguh aneh secara logika, namun tidak aneh untuk seorang agent.

Dugaan saya, AF sebenarnya belum menyelesaikan misi utuhnya. Tapi keburu ditangkap KPK. Mengapa demikian? Karena AF belum sempat menyerahkan uang tersebut ke LHI. Mungkin setelah menyerahkan uang tersebut pun, masih ada misi-misi lain yang harus diselesaikan juga. Artinya masih terbuka lebar missing link dalam kasus ini yang membuat LHI ada kemungkinan bisa bebas dan jadi pihak yang terdzalimi.
Dalam hal ini saya pribadi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada KPK, karena saya tidak bisa membayangkan jika misi AF sampai
COMPLETED! Mungkin tsunami efeknya bisa merubuhkan sebuah organisasi sebesar PKS sampai lumat.

Ketiga, akhirnya kita jadi tahu bahwa organisasi sebesar PKS masih sangat rawan dibobol operasi intelijen. Dengan hanya seorang operator sekelas AF, walo tak dipungkiri pasti banyak actor dibelakangnya, organisasi sekuat PKS mampu dijebol. Ibarat perang,yang langsung tertembak saat ini adalah Panglima, itu artinya symbol pertahanan dan kebanggaan pasukan tertinggi. Apalagi ditingkat bawah. Dengan tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah, symbol organisasi yang tertusuk langsung ini suatu alarm besar bagi seluruh organisasi. Harus ada program dan system "melek intelijen" yang segera di set up. Jika tidak, maka tunggu satu per satu symbol-symbol organisasi lain akan di acak-acak lebih lanjut. Sampai akhirnya tumbang tak bersisa.

Mengenai salah tidaknya LHI dalam kasus ini, mari kita serahkan pada proses hukum yang sedang berjalan.

Saya pribadi masih percaya KPK satu-satunya lembaga terbersih saat ini. Saya juga percaya LHI adalah sosok bersih. Karena saya pernah berkesempatan mendapat arahannya langsung saat Ramadhan tahun lalu, dan kata-katanya luar biasa penuh energy selayaknya orang-orang berjiwa bersih. Ibarat menangkap ikan dengan perangkap bambu tradisional, peran KPK hanyalah sebagai perangkap yang menunggu ikan-ikan masuk ke dalamnya.

Yang sedang saya tulis adalah peran orang yang menggiring ikan-ikan itu sehingga tanpa sadar dimasukkan perangkap KPK. Merekalah sebenarnya pembuat tipu daya yang bisa dicegah jika kita memiliki ilmunya.

"Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Qs. Al-Anfal : 30)

Allah swt telah berjanji akan membalas tipu daya manusia culas dengan tipu daya sebaik-baiknya tipu daya. Namun janji Allah swt tidak akan bekerja jika manusianya tidak berusaha, hanya pasrah, hanya berdoa, serta hanya menyalahkan teori konspirasi. Menurut info tak valid yang saya terima, operasi intelijen di tubuh PKS telah dimulai sejak tahun 2006. Wallahua'lambishshowwab.

Namun dalam sebuah wawancara di stasiun TV swasta tahun 2010an, Hendropriyono (waktu itu sudah pension) mengatakan kurang lebihnya saya masih ingat betul,
"Saya telahmendeteksi OTB sejak tahun 70an di kampus-kampus besar sebagai basisnya. Kemudian saya berkejar-kejaran dengannya, hingga saya mencapai posisi tertinggi di BIN. Namun sayangnya, pas saya sudah punya power untuk menggilasnya, reformasi datang dan OTB itu menjadi Partai resmi."

Kawan saya complain, loh Hendropriyono kan sudah pension lama?
Hey man, the Agent never retired, he just rest for relax.

Saya mencermati kalimat "berkejar-kejaran" diatas. Apa interpretasi atas frase ini? Sedang sebuah kalimat "kamu cantik deh" bisa diasumsikan berbagai macam, pun kalimat diatas yang keluar dari mulut seorang ex pejabat tertinggi intelijen negara. Dalam psikologi, perilaku yang nampak merupakan cermin dari sesuatu yang tersimpan dalam kognisin
ya, bahkan cermin dari alam bawah sadarnya. Mungkinkah?? Mari kita bertanya pada Hendropriyono yang bergoyang. :-)
..........................
Salam Damai...0_o..
(disadur dari akun FB Rahmad Puryodo, dari grup BBM)

Kamis, 21 Februari 2013

"Terbuat dari bahan apakah para kader PKS?"

"Terbuat dari bahan apakah para kader PKS?" 

Fajar MH | Kompasiana

Jagat politik Indonesia saat ini sedang mengalami keguncangan hebat. Demokrat sang juara pada 2009 mengalami guncangan yang menimbulkan luka bagi Sys dan Pong serta beberapa fungsionaris. Belum lagi tsunami Nazaruddin yang menimbulkan kubu Anas dan kubu penentangnya. Golkar sudah langganan keluar masuknya para pemimpinnya. Bahkan sampai Hanura sang partai mungil pun tidak luput dari keluarnya AF dari jajaran elit. Nasdem si partai yang baru lahir juga tidak lolos dari huru-hara, HT sang tokoh hengkang diikuti oleh banyak pengurus. Yang agak aneh adalah PKS, dilanda prahara yang dahsyat. Presiden Partai sebagai symbol kehormatan ditangkap KPK! Bayangkan, bagaimana kekacauan yang timbul akibat organisasi tanpa pemimpin. Pasti terbelah dan kocar-kacir.

Ternyata tidak ! Jangankan tokoh atau petinggi, seorang kaderpun tidak ada yang menyingkir. Semua tetap ditempat. Seperti karang yang tidak bergeming disapu ombak samudra selatan. Hiruk pikuk di media massa. Komentar puluhan pengamat yang Dr, Master jebolan Amerika, Eropa dan lain-lain Negara seakan-akan angin lalu saja. Apakah para kader PKS buta huruf ? Pasti tidak. Apakah kader PKS tidak mau membaca berita ? Oh, juga tidak. Bagaimana reaksi sosial media seperti twitter, Facebook, Blog, website, kolom-kolom komentar media massa dipenuhi komentar mereka yang berjejal-jejal. Ketika media massa mempengaruhi dengan opininya mereka membalas melawan dengan opini mereka. Sungguh suatu tontonan tentang kesolidan suatu organisasi yang sangat menakjubkan !

Terbuat dari bahan apakah para kader PKS? tentu saja mereka terdiri dari darah dan daging serta tulang sebagaimana manusia pada umumnya. Namun saya menduga bahwa yang membedakan adalah proses yang mereka lalui. Secara teoritik jika beban yang dipikul tidak membuat seseorang sempoyongan atau ambruk maka kekuatan sang pemikul pasti melampaui beban yang dipikul. Alias proses yang menempa mereka menjadi kader seperti sekarang ini jauh lebih berat dibandingkan sekedar pukulan itu.

Mungkin fenomena ini yang dibaca oleh masyarakat umum. Ketika dipukul dengan dahsyat justru mereka semakin bersemangat. Ibaratnya kesruduk sapi bukan malah berhenti atau jatuh tetapi larinya tambah kencang. Yang menarik adalah cara mereka mengalihkan energi srudukan justru untuk menimbulkan hentakan dan lompatan. Jadi rasanya bukan salah masyarakat kalau mereka semakin simpati dengan partai yang satu ini. Fenomena masyarakat yang berduyun-duyun masuk ke PKS adalah salah satu keberhasilan yang tampak dari pemanfaatan energi srudukan.

Ucapan selamat memang layak diberikan kepada seluruh kader PKS yang mampu merubah energi srudukan menjadi lompatan. Saya melihat ini hanya awalan saja, karena seperti orang yang disruduk kemudian meminjam tenaga srudukan untuk melompat pasti perlu landing dengan benar dan langsung berlari agar tidak terjerembab karena sisa hentakan.

Apakah ini tanda-tanda kemenangan PKS pada pemilu 2014? Tunggu dulu ! Aksi merubah srudukan menjadi lompatan ini memang fenomenal. Tapi rasanya belum cukup untuk menjadi pemenang. Masih perlu kerja keras untuk mencapai yang ditargetkan yaitu 3 besar. Entah apalagi rumus atau ramuan yang dikeluarkan PKS setelah ini. Kita hanya bisa menunggu. []

*foto: Sekjen PKS Taufik Ridho -yg juga vokalis ShoHar-, melantunkan lagu-lagu penyemangat bersama grup nasyid Shoutul Harokah saat kampanye Aher-Demiz (Gasibu, 20/2/13)

Fajar MH | Kompasiana

Jagat politik Indonesia saat ini sedang mengalami keguncangan hebat. Demokrat sang juara pada 2009 mengalami guncangan yang menimbulkan luka bagi Sys dan Pong serta beberapa fungsionaris. Belum lagi tsunami Nazaruddin yang menimbulkan kubu Anas dan kubu penentangnya. Golkar sudah langganan keluar masuknya para pemimpinnya. Bahkan sampai Hanura sang partai mungil pun tidak luput dari keluarnya AF dari jajaran elit. Nasdem si partai yang baru lahir juga tidak lolos dari huru-hara, HT sang tokoh hengkang diikuti oleh banyak pengurus. Yang agak aneh adalah PKS, dilanda prahara yang dahsyat. Presiden Partai sebagai symbol kehormatan ditangkap KPK! Bayangkan, bagaimana kekacauan yang timbul akibat organisasi tanpa pemimpin. Pasti terbelah dan kocar-kacir.

Ternyata tidak ! Jangankan tokoh atau petinggi, seorang kaderpun tidak ada yang menyingkir. Semua tetap ditempat. Seperti karang yang tidak bergeming disapu ombak samudra selatan. Hiruk pikuk di media massa. Komentar puluhan pengamat yang Dr, Master jebolan Amerika, Eropa dan lain-lain Negara seakan-akan angin lalu saja. Apakah para kader PKS buta huruf ? Pasti tidak. Apakah kader PKS tidak mau membaca berita ? Oh, juga tidak. Bagaimana reaksi sosial media seperti twitter, Facebook, Blog, website, kolom-kolom komentar media massa dipenuhi komentar mereka yang berjejal-jejal. Ketika media massa mempengaruhi dengan opininya mereka membalas melawan dengan opini mereka. Sungguh suatu tontonan tentang kesolidan suatu organisasi yang sangat menakjubkan !

Terbuat dari bahan apakah para kader PKS? tentu saja mereka terdiri dari darah dan daging serta tulang sebagaimana manusia pada umumnya. Namun saya menduga bahwa yang membedakan adalah proses yang mereka lalui. Secara teoritik jika beban yang dipikul tidak membuat seseorang sempoyongan atau ambruk maka kekuatan sang pemikul pasti melampaui beban yang dipikul. Alias proses yang menempa mereka menjadi kader seperti sekarang ini jauh lebih berat dibandingkan sekedar pukulan itu.

Mungkin fenomena ini yang dibaca oleh masyarakat umum. Ketika dipukul dengan dahsyat justru mereka semakin bersemangat. Ibaratnya kesruduk sapi bukan malah berhenti atau jatuh tetapi larinya tambah kencang. Yang menarik adalah cara mereka mengalihkan energi srudukan justru untuk menimbulkan hentakan dan lompatan. Jadi rasanya bukan salah masyarakat kalau mereka semakin simpati dengan partai yang satu ini. Fenomena masyarakat yang berduyun-duyun masuk ke PKS adalah salah satu keberhasilan yang tampak dari pemanfaatan energi srudukan.

Ucapan selamat memang layak diberikan kepada seluruh kader PKS yang mampu merubah energi srudukan menjadi lompatan. Saya melihat ini hanya awalan saja, karena seperti orang yang disruduk kemudian meminjam tenaga srudukan untuk melompat pasti perlu landing dengan benar dan langsung berlari agar tidak terjerembab karena sisa hentakan.

Apakah ini tanda-tanda kemenangan PKS pada pemilu 2014? Tunggu dulu ! Aksi merubah srudukan menjadi lompatan ini memang fenomenal. Tapi rasanya belum cukup untuk menjadi pemenang. Masih perlu kerja keras untuk mencapai yang ditargetkan yaitu 3 besar. Entah apalagi rumus atau ramuan yang dikeluarkan PKS setelah ini. Kita hanya bisa menunggu. [ ]

*foto: Sekjen PKS Taufik Ridho -yg juga vokalis ShoHar-, melantunkan lagu-lagu penyemangat bersama grup nasyid Shoutul Harokah saat kampanye Aher-Demiz (Gasibu, 20/2/13)

Hasil Analisis Anak SMA: Simpatiku Buat PKS

oleh : Sri Winarni

SMA: Sadang, Kebumen

Awalnya saya hanya seorang yang apatis dengan partai. Yang saya kenal hanya PPP, PDI/PDIP dan Golkar yang sejak turun temurun memang terkenal sejak dulu kala. Kemudian Demokrat karena saya ngefans banget dengan Bapak SBY. Siapa yang tidak kenal lelaki ramah, sopan, cerdas dan ganteng ini. Partai lain singkatannya saja kadang tidak ingat atau salah sebut. Memang sih dikalangan teman-teman ada juga yang membicarakan PKS yang konon partai bersih. Tapi saya tidak melihat perbedaan antara satu partai dengan partai lain. Kalau ada beberapa orang partai besar yang terkena korupsi saya anggap wajar, toh karena anggotanya banyak jadi kalau ketangkap satu atau dua itu kan kebetulan kemasukan anggota yang jelek. Lagian partai kecil juga jadi bersih bukan karena memang bersih tapi karena belum kebagian. Jadi apa istimewanya?

Makanya ketika ketua PKS ditangkap KPK saya anggap itu biasa walaupun memang agak luar biasa karena yang jadi maling itu bukan anggota biasa tapi ketua. Kan ketua itu biasanya diambil dari kalangan mereka yang paling bagus. Baik dari segi moral yang tidak suka maling, punya dana paling kuat atau punya pemikiran paling cemerlang. Namun anehnya mengapa media-media menjadikan berita itu seakan-akan sesuatu yang luar biasa. Semua memuat dan menyorot. Apanya yang menarik? Apa yang luar biasa?

Karena itu mungkin saya tertarik dan ingin tahu. Saya baca-baca semua informasi tentang PKS. Kebetulan saya ada akses internet, jadi dengan google saya cari dengan kata kunci PKS. Ternyata sangat-sangat banyak berita. Saya perlu berhari-hari untuk membaca dan mengetahui PKS dari berbagai sisi. Tidak hanya saat KPK menangkap, bahkan semua berita mulai dari yang sangat negatif sampai positif saya dapatkan.

Banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi jahat dan banyak berita dan artikel yang memberitakan sisi positif. Setelah membaca dan merenungi sampai timbul pertanyaan? Masa iya ada suatu kelompok orang yang sangat jahat sekaligus sangat baik? Rasanya mustahil. Saya belum menemukan ada kelompok atau komunitas semacam ini. Makanya timbul suatu gagasan, ada 2 kemungkinan dari semua tulisan yang saya baca : 1. Kelompok yang sangat jahat tetapi mempunyai humas hebat luar biasa atau 2. kelompok yang baik tetapi dimusuhi oleh kelompok lain yang terusik karena keberadaannya

Kedua dugaan itu saya coba uji. Kalau PKS adalah suatu kelompok penjahat yang luar biasa seperti sebagian komentar-komentar yang melecehkan dan menghujat maka harusnya ada tim atau media yang menjadi tulang punggung untuk menutupi keberadaannya. Saya coba sisir berita dari semua stasiun TV. Ternyata tidak ada satupun yang secara konsisten memuji dan berusaha menutupi kejahatan PKS. Dari Koran, majalah juga tidak ada. Dari situs-situs di Internet mungkin yang nyantol sebagai cukup lumayan membela hanya islamedia dan pkspiyungan, itupun dalam penilaian saya belum bisa dikatakan tulang punggung. Karena hanya ala kadarnya jika dibandingkan dengan raksasa seperti Kompas, Tempo, Detik dan lain-lain. Situs selain dua yang saya sebut memang ada yang membela tetapi kualitasnya sangat tidak bisa diperhitungkan, sangat acak-acakan. Di antara media yang mapan, mungkin hanya Republika yang agak adil melihat dari 2 sisi, dan itu juga berarti bukan tulang punggung PKS. Dari sini saya menyimpulkan tidak mungkin PKS itu kelompok penjahat yang mempunyai tulang punggung media propaganda yang sangat bagus.

Akhirnya saya coba uji dugaan saya yang kedua, PKS adalah kelompok orang baik yang dimusuhi oleh kelompok lain dengan motivasi tertentu. Dari sini saya sisir berita-berita dengan cara per kasus. Jadi satu kasus kemudian saya potret dari berbagai komentar tentang kasus itu. Akhirnya saya simpulkan, bahwa kemungkinan besar dugaan saya benar.

Akhirnya menemukan berita di Kompas tentang tidak ada satupun anggota DPR dari PKS yang terkena kasus korupsi, bahkan ketika ada yang dihukum ternyata dibebaskan MA karena terbukti tuduhan mengada-ada. Berita-berita tentang kegiatan-kegiatan PKS yang sangat positif dalam hal memperjuangkan masyarakat yang dilakukan terus menerus tidak hanya menjelang pemilihan. Bahkan yang menurut saya agak mengejutkan adalah pembelaan dari tokoh-tokoh masyarakat ketika ada berita negatif. Kalau tokoh-tokoh yang sama sekali tidak ada kaitan dengan PKS membela artinya ada kemungkinan memang PKS tidak salah alias hanya faktor persaingan atau iri hati.

Sebagai orang awam saya hanya bisa bersimpati kepada PKS. Saya hanya bisa menggumam dalam hati: Walaupun saya tidak bisa membantu anda, saya berjanji, paling tidak PKS akan mendapat tambahan 1 suara dari saya.[ ]

dari : http://politik.kompasiana.com/2013/02/14/simpatiku-buat-pks-528654.html

Rabu, 13 Februari 2013

Maafkan Kami PKS

Oleh Cantik Kumalasari*

Saya dan keluarga termasuk yang tidak suka politik, karena politik itu busuk. Partai politik itu busuk, mengejar kekuasaan setinggi-tingginya dengan menghalalkan berbagai cara. Saya benci semua partai politik termasuk PKS. Bagi kami, PKS suka membawa-bawa agama ke dalam politik, justru akan membuat agama itu jadi jelek.

Pasca kasus suap daging sapi oleh LHI mantan presiden PKS, saya dan keluarga makin benci dengan PKS, dan sempat melontarkan makian dan cacian kepada partai ini.

Tapi berhari-hari membaca tulisan-tulisan yang berisi kebencian kepada PKS, lalu membandingkan dengan partai lainnya… lama-lama timbul penyesalan. Saya merasa hujatan, cacian, umpatan kepada PKS terlalu berlebihan. Saya menyadari kerja-kerja kader PKS di masyarakat jauh lebih baik daripada gonjang-ganjing partai lain. Saya melihat wajah kader-kader PKS seperti bukan politikus…tapi santri, anak-anak pengajian yang rendah hati, ramah dan suka menolong. Saya malu kepada orang-orang yang saya hujat selama ini.

Ini murni dari hati nurani saya, semakin saya pelajari tentang PKS, semakin saya melihat PKS itu sebenarnya sangat berbeda dengan partai lain. Apalagi saya sempat membaca beberapa artikel di www.pkspiyungan.org yang sepertinya itu khusus untuk kader-kadernya.

PKS itu asset bangsa yang harus dijaga. Kalau ada kekurangan, apa sih di dunia ini yang tidak ada kekurangan? Kalau ada kader atau petingginya yang berbuat salah, siapa sih di dunia ini yang tidak pernah bersalah? Partai lain ada yang korupsi lebih besar dan berkali-kali.. tapi seingat saya, tidak ada yang dihujat sehebat PKS seperti saat ini. Saya membaca, selama ini memang belum pernah kejadian ada petinggi PKS yang melakukan korupsi, begitu salah satu jadi tersangka (dan belum tentu benar), tiba-tiba PKS dituding seolah-olah adalah partai terkorup se-Indonesia.

Akhirnya saya juga menemukan fakta bahwa PKS merupakan partai yang kadernya paling solid se Indonesia. Justru inilah kekayaan yang tidak dimiliki di Partai lain. Selain itu, terlihat PKS adalah partai yang melahirkan pemimpin, bukan partai yang dilahirkan oleh pemimpin. PKS jadi pemenang pemilu waktu itu di DKI, bukan karena ketokohan. Tapi PKS memunculkan tokoh-tokoh baru. Termasuk yang baru saja muncul dan saya ikuti orasi-orasinya yang menggugah, yaitu presiden barunya, M. Anis Matta. Orasinya luar biasa, mampu menggugah hati kader-kadernya. Bahkan menurut saya, mudah-mudahan ini tidak provokatif, saya berharap orang seperti Anis Matta ini diperlukan di Republik Indonesia ini sebagai Presiden. Sekali lagi, PKS itu menurut saya adalah asset bangsa…harus dijaga dan dipertahankan.

Akhirnya, saya ingin menyampaikan pesan penting saya : Maafkan kami PKS…kami yang selama ini menghujatmu, menghinamu, dan melecehkanmu…. sebenarnya adalah tanda cinta kepadamu. Kami bukanlah yang lebih baik darimu… Maju terus.. semoga target kalian tercapai, katanya mau jadi 3 besar.

*http://politik.kompasiana.com/2013/02/13/maafkan-kami-pks-533145.html

PKS, Partai yang Nyeleneh

oleh : Mas Bro (penulis Kompasiana)

Gila bener Bro, kasus LHI membuka mataku kalau PKS ini paling nyeleneh dibandingkan partai-partai lain. Apalagi huru-hara sengkuni “Demokrat” semakin membuktikan PKS paling nyeleneh se-Indonesia. Bayangkan aja Mas Bro…gue menemukan banyak kejanggalan di partai yang katanya partai dakwah ini. Simak dengan hati bukan dengan emosi…sori-sori maaf deh yang kader jangan panas duluan…ini fakta Mas Bro:

Berikut ini ke “nyeleneh”-an PKS... yang gue temukan di lapangan mass media
Mas Bro:

Ini yang membuat gue mengatakan PKS itu partai nyeleneh. Ketika kasus LHI, bagaimana tuh si para pemimpin partai cepet sekali mengambil tindakan. Sistem dan mekanisme apa yang mereka buat tuh? Pergantian presiden bisa secepat kilat, kagak ada rebutan, kagak ada anggota partai yang saling mencela, tidak ada yang berebut. Tidak butuh biaya dan waktu banyak untuk KLB…singkat padat dan jelas dan mengikat.

Pemilihan Anis Matta pasti dipertanyakan oleh kader lain yang mungkin milih HNW karena cenderung bersih, tapi anehnya ketika sudah diputuskan .. bujuk buneng semua tidak ada suara penolakan dari DPD, DPC nggak kayak partai sebelah-sebelah nyang entu…ribut melulu…PDI pernah ribut, Golkar ribut, Nasdem ribut, Demokrat apalagi…sampai DPC Demokrat Blitar berani mati membela bung Monas eh Anas.

Bukan hanya itu, setelah pergantian jabatan ke jabatan baru…rame-rame mengundurkan diri…dimulai dari Anis Matta mengundurkan diri dari Wakil DPR RI, LHI dari presiden partai dan DPR RI….gile nih orang apa nggak mau jabatan dan kekuasaan tho? Katanya yang penting melayani masyarakat, partai belakangan. Liat aja menteri-menteri dari PKS pasti dah pada mundur ketika menjadi pejabat publik… nggak seperti partai-partai sebelah para presiden negara turun gunung ngurusi partai.. menterinya masih jadi pengurus partai.. acara kenegaraan pun masih sempat pidato tentang partainya….conflict of interest.

Ini nih yang juga membuat gue harus bilang WOW tanpa jungkir balik…masak presiden partainya kena kasus, anggotanya tetep solid. Mereka tiap hari dikasih makan apa? Bahkan beberapa minggu kemarin gue sempet ketemu orang-orang jalan long march pake baju coklat tulisan pandu keadilan…tak tanyain (dengan bahasa gaulnya begini) eh loe nggak pengaruh tuh bos loe barusan ketangkep koq masih berani ngadaain beginian? Dienya jawab..ah gak pengaruh Bang, Misbakhun aja dulu juga digituin…korban konspirasi. Gile bener nih orang pikirku. Bahkan katanya kunjungan Anis Matta ke daerah-daerah selalu penuh sampai meluber….wis gak abis pikir dah..Percaya abis mereka ama pimpinan mereka.

Gue lihat di social media nih, anggota partai ini masif melawan isu konspirasi…entah menggunakan jejaring sosial atau di blog-blog mereka..solid bener mereka…padahal kagak dibayar. Loe tau sendiri kan, beda dengan mass media yang membela siapa yang bayar. Selalu ada hidden agenda. Kalau social media mah buah hati nurani mereka. Gue kira ini buah penanaman ideologi PKS ke anggota tidak secara instan, tapi bertahap, kontinyu, dan sistematis…nggak hanya sembarang orang aja.

Hampir kagak ada anggota PKS yang kutu loncat ke partai lain…nah loh..ada pun sedikit sekali macam syamsul balda. Pilihan anggotanya biasanya ikut berjuang di dalam sistem atau keluar sekalian diluar sistem.

Katanya ketika jadi pemimpin tinggi di partai ini harus hapal berapa juz, pegimane sholat hariannya, dan lain-lain...gue juga kagak tau…cuma pernah denger aja.

Banyak dah gue kira ini dah cukup untuk bilang PKS ini partai nyeleneh se-Indonesia…karena kenyelenahannya harus dijaga dari kepunahannya… [ ]

Selasa, 12 Februari 2013

Bedanya Partai Dakwah dengan Partai Lain

Tulisan seorang akademisi di kotanya Jokowi, "Mendengarkan pidato penyelamatan partai demokrat malam ini, terasa sekali bedanya dgn PKS.

Demokrat dan PKS sama-sama mengalami prahara, tapi strategi penanganannya jauh berbeda.

Jika Demokrat kerisauan elit partai atas turunnya elektabilitas mendesak sBY segera turun tangan, di PKS pemicu penyelamatan lebih berat lagi dengan adanya konspirasi tirani kekuasaan..

Jika Demokrat butuh waktu berbulan-bulan utk mengambil keputusan penyelamatan yg juga masih menggantung, PKS cuma butuh waktu 2 hari utk recovery dan berlari kembali dengan semangat menggunung..

Jika di Demokrat Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat yg juga merangkap sbg Presiden RI terpaksa harus turun gunung menyelesaikan kemelut, di PKS cukup dengan Sekjen Partai yg rela melepas jabatannya utk berjibaku membakar semangat kader dan membuat publik salut..

Jika Demokrat butuh 8 langkah teknis sbg strategi (ini bahkan lebih dari jatah nomor urutnya yg no 7), PKS cuma butuh 3 langkah besar utk bangkit kembali (pas dengan nomor urutnya lagi yg no 3)..

Jika Demokrat perlu pakta integritas, setor NPWP, buat laporan harta, dan langkah lain yg cenderung formalitas , strategi PKS lebih substansial dengan muhasabah dan taubat nasional utk meningkatkan soliditas..

Jika solusi Demokrat penuh dengan ancaman akan mengeluarkan kader yg mbalelo dari partai, di PKS semua elemen pimpinan, pengurus dan kader dirangkul sehingga timbul dukungan luas thd eksistensi partai,

Jika kader Demokrat sulit mendapat pelajaran dari setiap masalah yg membelitnya, sebaliknya PKS malah bisa menangguk iklan gratis, simpati publik bahkan memunculkan "Bung Karno baru" sebagai hikmahnya..

Maka tak heran jika Ahmad Mubarok pernah berkata, "Banyak petinggi Demokrat yg iri kepada soliditas PKS". [ ]

sumber : Grup "Kita memilih dan memenangkan PKS di Pemilu 2014"

Kamis, 07 Februari 2013

Sejarah Panjang Fitnah terhadap PKS

Kalau mau jujur, sepanjang usia PKS ikut di kancah politik pada 1999 sudah lima kali mendapat fitnah besar. Namun tak satupun fitnah besar itu diiringi bukti, kecuali hanya upaya membangun citra negatif.
Hasilnya, ranking PKS terus melesat dari peringkat 16 pada 1999, naik ke ranking ke-7 pada 2004 dan melesat ke ranking ke-4 pada 2009. Artinya, fitnah yang gencar dilakukan orang-orang yang tak suka partai Islam berjaya berbanding terbalik dengan naiknya dukungan terhadap partai Islam ini.

Kelima isu pertama sudah nyata-nyata tak terbukti, bahkan ada yang lewat pengadilan dan berujung bebas murni. Apa saja fitnah-fitnah besar itu?

Pertama, pada tahun 2000 Hidayat Nur Wahid (HNW) lewat Yayasan Haramainnya sempat dituding teroris, karena dikaitkan dengan Al Qaeda. Bahkan Dubes AS waktu itu Lin Pasque mengonfirmasi langsung, tapi semua tak terbukti.

Karena Yayasan Haramain HNW tak ada hubungan dengan gerakan Al Haramain di Saudi yang memang terkait dengan Al Qaeda. Malahan Lin Pasque mengapresiasi HNW dan PKS.

Kedua, Soeripto saat jadi Sekjen Dephut dituding melakukan mark up pembelian helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan.

Setelah melewati sidang yang lama dan melelahkan, hasilnya tidak terbukti dan bebas murni.

Ketiga, Wakil Bupati Bogor Ahmad Ru'yat dituding menggunakan dana APBD. Diproses sidang sebagai terdakwa, bahkan sempat disel, ternyata di pengadilan keluar putusan inkrah bebas murni.

Keempat, Akhmad Misbakhun dituding Andi Arief melakukan ekspor fiktif lewat LC fiktif. Setelah jadi terdakwa, dipenjara, proses hukum tertinggi, MA, mengetuk palu bebas murni.

Kelima, Tamsil Linrung dan Anis Matta ditengarai sebagai bandit anggaran. Proses hukum ternyata hanya memenjara Waode Nurhayati dari PAN yang acting maling teriak maling.

Dari kelima fitnah besar yang disetting dan diatur sedemikian rupa bukannya menjatuhkan dukungan terhadap PKS, sebagaimana mimpi dan mantra-mantra pengamat politik Burhanuddin Muhtadi, malah meningkatkan elektabilitas PKS. Tahun 2014 target PKS naik kelas dari ranking 4 ke ranking 3. Insya Allah...

Adapun isu suap yang menimpa Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq(LHI) buat kader hanyalah guyonan belaka. Seorang ustad dituding 'akan' menerima suap plus ada ABG mahasiwi pula, sebuah fitnah yang tak masuk akal.

Masih segar dalam ingatan ketika Ketua umum PAN Amien Rais difitnah menghamili Zarima saat nyapres. Tentu fitnah itu tak akan terbukti, tapi itu perlu dipublikasi untuk menurunkan elektabilitas beliau ketika nyapres.

Karena itu, langkah KPK menetapkan LHI sebagai tersangka hanyalah acting jelang Pemilu 2014. Maklum, hasil review ICW terakhir menyebutkan, hanya kader PKS dan Hanura yang tak terlibat korupsi.

Jadi ini bukan yang pertama Presiden PKS difitnah. Saat HNW jadi Presiden PKS sudah difitnah terlibat teroris.

5 Kejanggalan Kriminalisasi LHI oleh KPK
Tuduhan yang menerpa Luthfi Hasan Ishaaq, anggota Komisi I DPR, dinilai berbagai kalangan sangat janggal. Tak pelak hal ini dianggap sebagai kriminalisasi LHI untuk tujuan tertentu.

Kejanggalan pertama, yaitu ketika awal berita penangkapan muncul isu di berbagai media bahwa yang ikut ditangkap adalah supir Menteri Pertanian, Suswono. Ternyata bukan dan tidak ada hubungan sedikit pun dgn pejabat-pejabat PKS.

Kejanggalan kedua, informasi setelah penangkapan yang mau disuap adalah anggota komisi IV DPR dari PKS. Lalu ternyata sekarang menjadi Luthfi Hasan Ishaaq yang merupakan anggota Komisi I DPR. Komisi I adalah komisi yang membidangi Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri, Komunikasi dan Informatika. Bukan urusan pangan.

Kejanggalan ketiga, jika berkaitan dengan daging impor, dan tudingannya diarahkan bahwa LHI bisa mengatur Mentan yang notabene kader PKS, jelas salah alamat. Pasalnya Mentan tidak mengatur impor daging. Quota impor daging yang mengatur adalah Kementerian Perdagangan. Apakah LHI bisa mengatur Menperindag yang notabene orangnya SBY?

Kejanggalan keempat, disebutkan bahwa ada upaya penyuapan. Padahal LHI tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan bahwa uang itu baru akan diberikan untuk LHI. Apakah adil orang yang berupaya mau disuap dijadikan tersangka? Padahal dia bisa jadi tidak tahu ada upaya itu. Dan apalagi tidak menerima uang tersebut.

Kejanggalan kelima, penetapan tersangka kepada LHI oleh KPK tanpa didahului oleh pemeriksaan. KPK memang bisa langsung menetapkan tersangka terhadap seseorang yang tertangkap basah melakukan transaksi korupsi, namun LHI tidak ada dalam penggrebekan yang dilakukan KPK itu. Lalu mengapa tiba-tiba LHI –kurang dari 12 jam– langsung ditetapkan menjadi tersangka tanpa ada pemeriksaan sebelumnya? Berbeda dengan kasus-kasus lain yang bisa memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Islam vs Sekuler

Orang-orang sekuler dan liberal sejak dulu mau menjauhkan Indonesia dari Islam. Semua partai dan kekuatan Islam dijegal dan dibonsai agar tidak bisa menjadi besar.

Mereka telah meletakkan Islam di bawah ketiak mereka. Mereka telah melakukan serangan frontal.

Tokoh pers sekaliber Gunawan Muhammad saat menerima award dari Kurtwaldheim University dalam orasi ilmiahnya menyatakan, "Mari kita bangun Indonesia tanpa melibatkan Tuhan."

Sangat tegas antipati mereka yang anti Tuhan, sekuler dan liberal, tak menghendaki hadirnya Tuhan, mereka yang menyembah Tuhan dan partai yang berorientasi pada Tuhan, untuk ikut membangun Indonesia yang mayoritas dihuni oleh mereka yang percaya pada Tuhan.

Okelah kalau mereka mengajak perang besar. Mereka jual, kita beli. Islam harus tegak di bumi Nusantara.

Islam harus jadi Rahmat bagi Indonesia. Karena hanya Islam yang dapat menyejahterakan rakyat yang mayoritas umat Islam, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak (hari yang kekal dan tidak ada ujungnya).

Merdeka!!
Allahu Akbar
Wa Lillah ilhamd!!!

Wallahu'alam bish showab []



Sumber : http://www.bersamadakwah.com

Penulis : Djony Edward Redaktur, Penulis Buku "Efek Bola Salju PKS"
Blog: djonyedward.blogspot.com/ 

Kamis, 31 Januari 2013

Keterangan Resmi Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq Terkait Isu Penyuapan 30 Jan 2013 | 23:45 WIB

Assalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Pertama kami mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi. Kita berharap pemberantasan korupsi di Indonesia terus berjalan dengan baik sesuai dengan aturan undang-undang yang sudah ada.

Yang kedua, saya agak terkejut tadi mendapatkan berita dari kawan-kawan bahwa di KPK, ada pernyataan resmi tentang nama LHI sebagai salah satu yang diindikasikan terlibat kasus penyuapan.

Saya tidak tahu yang dimaksudkan siapa, tetapi memang nama saya adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang biasa orang menyebutnya LHI.

Seandainya yang dimaksudkan adalah saya, maka saya sebagai warga negara Indonesia sudah tentu akan taat kepada proses hukum yang ada.

Tetapi, andai isu penyuapan itu benar, sudah barang tentu, saya tidak akan menerimanya. Tidak saya, tidak partai saya, tidak juga kader-kader Partai Keadilan Sejahtera.

Untuk itu, kepada seluruh jajaran, kader dan seluruh pengurus partai, Saya berharap para kader tetap menahan diri, terus berdoa, dan menyerahkan semua urusan pada Allah SWT, dan terus berjuang agar negeri kita ini bebas dari korupsi. Karena tindakan itu merugikan negara dan menyengsarakan rakyat, dan pemberantasan korupsi itu sudah menjadi komitmen PKS.

Biasanya menjelang pemilu, kita selalu mengucapkan kalimat "Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashir".

Demikian saya sampaikan keterangan ini, terima kasih.

Wassalamu'alaykum Warahmatullah Wabarakatuh

Sumber: http://pks.or.id

Jumat, 17 Agustus 2012

Ironi PKS


dakwatuna.com - Bismillahirrahmanirrahim…
Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009.
Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai  yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998.

Partai yang sudah melahirkan banyak tokoh dalam blantika politik Indonesia, seperti Nurmahmudi Ismail (mantan menteri Kehutanan dan sekarang Walikota Depok), Hidayat Nur Wahid (mantan ketua MPR) Tifatul Sembiring (Menkominfo), Gatot Pudjo Nugroho (Plt. Gubernur Sumatera Utara), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), Sa’aduddin (Bupati Bekasi) dan tokoh lainnya. Partai ini pun banyak menghasilkan  politisi muda yang cerdas, seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Mahfudz Sidiq, Nasir Djamil, Mustafa Kamal dan politisi muda lainnya. Barisan wanitanya pun tak kalah hebat terlahir dari Partai ini, seperti Yoyoh Yusroh, Nursanita Naustion, Ledya Hanifa serta lainnya. Bukan di bidang politik saja, Partai ini pun banyak menelurkan para sastrawan hebat seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, M. Yulius dan lain-lain.

Tapi bukan kehebatannya yang akan kita bicarakan saat ini. Ini masalah nasib PKS saat ini yang terasa “memprihatinkan”. Lihat saja beberapa bulan lalu mereka dikejutkan dengan manuver dari mantan pendiri mereka, sang Presiden PKS dikatakan sebagai mantan mujahidin Afghanistan yang membuat para pemilih PKS yang tidak terlalu “ekstrem” dalam masalah jihad memikirkan ulang untuk memilih PKS karena takutnya PKS punya “hidden agenda” untuk Indonesia. Lalu sang Presiden dilaporkan ke BK DPR-RI karena menerima uang dari Jusuf Kalla yang sudah dibantah sendiri oleh JK. Sang pelapor tidak membawa bukti apa-apa, selain “katanya”. Sekjennya pun dilaporkan ke KPK terkait dugaan penggelapan dana yang sudah di-clearkan juga karena jumlahnya berbeda dengan yang diaudit KPUD DKI kala itu. Belum lagi masalah 3 petingginya yang poligami, lalu laporan ke polisi tentang presidennya dan polisi menolak laporan tersebut. Semua ini jelas terlihat bahwa memang PKS saat ini sedang memprihatinkan.

Lihat saja, mana ada liputan tentang pekerjaan para kadernya di tingkat grassroot, adakah liputan tentang Forsitma (Forum Silaturahmi Majelis Ta’lim) atau liputan bahwa kader-kader partainya selalu mengadakan bakti sosial di tiap 2 bulan?? Tidak ada, yang ada paling hanya cibiran bahwa mendekati majelis ta’lim karena ingin suara, “mengadakan baksos kok pake cerita-cerita, itu riya namanya”. Apalagi yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan ikan tapi pancing, baksos cuma buat masyarakat jadi manja tidak mau bekerja, semua ini PKS-lah penyebabnya!!!

Ketika RATUSAN RIBU kadernya turun ke jalan untuk menyuarakan keadilan untuk sesama di belahan bumi lainnya, media pun melakukan korupsi berita, paling hanya ditulis ratusan atau ribuan, dan komentar yang akan muncul hanya “PKS selalu membuat sulit warga Jakarta dengan demonya, buat macet aja!!!” semua ini PKS-lah penyebabnya!!!

Tak pernah ada juga liputan tentang kader-kadernya yang berjasa, mereka lupa perda larangan merokok lahir dari para anggota DPRD dari PKS, kenaikan gaji PNS dan Tunjangan Kinerja Daerah untuk PNS DKI pun lahir dari tangan-tangan mereka, yang ada hanya “larangan merokok melanggar hak manusia dan menaikkan tunjangan PNS hanya membuat sembako tambah melambung” semua ini PKS-lah penyebabnya!!

Bukan hanya dari kalangan external, dari kalangan umat Islam pun PKS seperti “pesakitan” mereka dianggap berdakwah dengan cara yang haram, demokrasi itu haram!!! Karena mayoritas ulama mengatakan itu (yang ketika ditanyakan siapa saja ulamanya, tidak pernah dijawab) padahal ini hanya masalah khilafiyah saja. PKS juga dianggap telah keluar dari ciri khas dakwah mereka, semuanya sekarang berjas dan naik mobil mewah, “biasanya tuh PKS jalan kaki, masak sekarang naik mobil, gak militan!!” Sudah keluar dari khithahnya, karena para petinggi nya sudah hubbuddunya (cinta dunia) maka para umat Islam hari ini pun semakin banyak yang mengejar dunia, semakin banyak membuat usaha biar dapat penghasilan yang banyak… semua ini PKS-lah penyebabnya!!!

Mereka pun sekarang serba salah, seperti cerita tentang poligami misalnya, ketika ada yang mengatakan bahwa poligami beberapa petinggi PKS bermasalah, maka semua mencaci…”astaghfirullah ustadz kok begitu, pada zina semua” tapi ketika ditegaskan tidak ada yang bermasalah, karena PKS tidak melarang poligami, semua mencaci juga ,“ustadz gatel, doyannya kawin doang”

Ketika berita keburukan mereka ada di suatu media, lihatlah link-link lainnya tentang berita itu, banyak sekali, jika kita buka satu persatu, inti pemberitaannya sama, cuma judulnya saja. Media sedang menggiring pembaca mau baca berita yang mana saja, media sedang menghidangkan para pembaca judul yang berbeda, terserah mau baca yang mana intinya PKS buruk citranya.

Kalian pasti pernah dengar berita bahwa anggota dewan PKS tertangkap main judi kan?? Pasti, karena berita itu dimuat di semua media. Tapi tahukah kalian bahwa anggota dewannya sudah dipecat?? Tahukah Anda bahwa anggota dewan tersebut berasal dari eksternal PKS? Yang dirangkul untuk memastikan bawah PKS memang partai terbuka?? Hhmm sepertinya itu bukan berita yang bagus buat media, kecuali beberapa saja. Karena “bad news tentang PKS” adalah “good news” untuk media.

Sekarang posisi mereka serba salah,  ketika era tanzhimi dulu, kader PKS dikatakan eksklusif, tidak membaur dan ini tidak akan memuluskan dakwahnya, karena Islam itu rahmatan lil alamin, tidak tersekat, semua harus bisa menerima manfaat dari Islam, karena Islam bukan hanya untuk kader saja tapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Tapi ketika PKS memproklamasikan bahwa mereka adalah partai terbuka, siapa saja boleh jadi anggotanya (bukan hanya kader) mereka pun dicaci, menghalalkan segala cara untuk dapat suara, berteman dengan kafir bahkan ada yang mengatakan semuanya akan masuk neraka (kayak neraka punya dia aja).

PKS, oh PKS, kasihan sekali nasib kalian, apapun yang kalian lakukan akan ada penentangnya, mending mundur sajalah, bubarkan partainya, kan enak tidak perlu mendengar cibiran banyak orang? Jangan nekad deh PKS. Ada bom buku di Utan Kayu aja, kalian kena getahnya. Jangan-jangan ketika misalkan kader kalian menjadi presiden suatu saat nanti, akan ada kudeta berdarah dari masyarakat, karena kalian tidak pernah disuka.

Tapi, ya kalau kalian tetap nekad, tetap kuat dengan cibiran semua pihak, tetap kokoh strukturnya, tetap membaca Qur’an walau buat acara di hotel, tetap membina ribuan halaqah yang di dalamnya membicarakan kebaikan, tetap banyak mendirikan sekolah islam terpadu dan pesantren-pesantren tahfizh, tetap kuat bekerja di grassroots, membina majelis ta’lim, membina pengajian kantoran, pengajian karang taruna, membina banyak majelis ta’lim membina rohis-rohis sekolah dan LDK kampus, ya sudah, saya tidak bisa banyak berkata, kau teruskan saja apa yang selama ini sudah kau lakukan, wahai PKS. Dan izinkan aku ada di dalam barisan kalian, seraya meneriakkan takbir dan berkata “bekerja untuk Indonesia adalah ibadah”. [ ]

Ditulis oleh : Fuad Aris dengan judul “PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”

Redaktur: Samin Barkah

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/05/20366/pks-mendingan-bubar-aja-deh/#ixzz2KGXDw2ub

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan