Kamis, 28 Februari 2013

Bedanya Anas dan LHI | Sebuah Catatan Hukum

*Oleh Deddy Armyadi*

Asyik nya Dunia Maya dengan segala fasilitasnya adalah seseorang bisa mengekspresikan apa yang ada dibenaknya untuk publik. Gonjang ganjing penegakan hukum pasti mengganggu setiap orang baik-baik di Indonesia, yaitu ketika supremasi hukum yang didasari ketegasan dan keadilan diabaikan.

Mengapa saya buat tulisan ini, hanya untuk mengajak semua pihak menjadi unsur perbaikan, karena saya yakin betul, setiap manusia yang punya nyawa berpengaruh terhadap baik dan buruknya kondisi suatu kaum. Mungkin lebih baik, mungkin lebih buruk.

Tergelitik saya membuat tulisan ini, ketika sekitar 30 menit yg lalu, saya lihat Bang Anas diwawancara dalam kondisi bebas, dengan sarung berwarna gelapnya, sangat terawat mungkin baru mandi karena segar bugar, sambil makan bakso (mungkin) di dalam mangkok.

Anas Urbaningrum inilah yang sekarang heboh dan didukung hampir semua media sebagai korban konspirasi, terdzolimi, dan korban makar, karena ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelumnya ditetapkan pula sebagai tersangka Luthfi Hasan Ishaaq oleh KPK. Tak sampai 15 jam saja langsung dipenjara LHI ini.
*Apa bedanya? Mari kita lihat perbedaan keduanya.

*A. ALAT BUKTI*
Sesuai dengan Undang-undang, Alat bukti adalah :Pasal 184 ayat (1) KUHAP adalah sebagai berikuta. Keterangan Saksi;b. Keterangan ahli;c. Surat;d. Petunjuk;e. Keterangan terdakwa.

*Alat Bukti Anas*
Alat bukti untuk Anas sudah didapat KPK lebih dari 1 tahun yang lalu, dan khalayak umum pun sudah mengetahui alat buktinya, yaitu: Keterangan Nazarudin,* *keterangan Angelina sondakh, Rosa, yang sudah divonis, dan lain lain. Plus dengan barang bukti pula seperti transaksi penjualan perusahaan Nazarudin kepada Anas dan istrinya, juga Toyota Harier.

*Alat Bukti LHI*

Adapun untuk LHI, alat bukti masih dirahasiakan. Yang saya duga adalah pengakuan Ahmad Fatonah bahwa ia akan menyuap. Walau pun tidak ada bukti transaksional uang yang konon 1 milyar itu untuk LHI.
Tentunya khalayak umum sudah mengetahui bahwa posisi 1M ini: 980 juta berada di mobil AF, 10 juta di tas pribadi AF, dan 10 juta sudah menjadi milik Maharani dalam bentuk pemberian.
Seluruh uang ini ditarik kembali oleh KPK, dan KPK menetapkan jumlahnya penuh untuk suap kepada LHI.
Alat bukti ketiga kemungkinannya adalah pertemuan di Medan. Semoga saja KPK punya kartu truf untuk menunjukan bahwa pertemuan itu ada misi tersembunyi utk suap menyuap. Karena yang terekspos ke media pertemuan itu adalah pertemuan "adu data" antara Mentan dengan Asosiasi tentang kebutuhan impor daging. *Dan sampai detik ini tidak ada penambahan kuato impor.*

*B. PENJARA*
*Kasus Anas**
*Anas sekalipun tersangka, tidak mengenal penjara sebagaimana Luthfi yang langsung dipenjara. Tak terbayang oleh saya, bila Anas sampai dipenjara seperti LHI. Baru ditetapkan tersangka saja, semua menjerit karena menganggap Anas korban perbuatan dzolim dan konspirasi. Sejauh ini Anas masih sempat liburan ke Batam. Sebgaimana juga Andi Malarangeng, yang bebas berkeliaran sekitar 3 bulan lamanya. Atau tersangka lain seperti Emir Muis yang masih menghirup udara bebas setelah hampir setahun ia ditetapkan sebagai tersangka.

*Kasus LHI*
Tentunya KPK punya alasan, yaitu LHI khawatir kabur seperti Nazarudin, dan khawatir menghilangkan barang bukti. Tentunya kekhawatiran ini tidak terjadi pada diri Anas Urbaningrum, Andi Malarangeng, juga Emir Muis.

*C. SEBERAPA BANYAK BARANG BUKTI YG BISA DIHILANGKAN?*
*Mari kita lihat perbedaan kasus...*
*Hambalang*
Hambalang sudah merugikan uang negara sampe *TRILYUNAN*. Bila uang ini belum habis, tentu masih tercecer. Baik bentuk uang, ataupun bentuk properti sebagaimana penyitaan KPK kepada aset Joko Susilo dalam kasus simulator SIM. Semoga saja para tersangka ini baik hati sebagaimana husnudzon KPK tidak akan menghilangkan barang bukti. Karena ini jelas barang bukti masih berceceran.

*Kasus Impor Daging*
Kasus Impor Daging: Tidak ada uang negara yg dirugikan yang ada kalau toh benar itu uang suap, itu adalah uang PT Indoguna yang berpindah tangan ke Ahmad Fatonah. Dan tidak ada bukti transaksional antara AF ke Luthfi Hasan. Baik serah terima, transfer, atau apapun.

Konon katanya 1M yang tidak berada di tangan Luthfi Hasan, dan tidak juga dalam posisi segedung dengan Luthfi Hasan, tidak juga berada dalam suatu kawasan, adalah persekot dari 40M yang akan di bayar kemudian hari. Barangkali KPK khawatir Luthfi Hasan akan menghilangkan uang yg AKAN DIA TERIMA ENTAH 2 bulan lagi, mungkin 5 bulan lagi, mungkin 1 tahun lagi. Tapi rasanya aneh, apanya yg mau dihilangkan? uangnnya aja tidak ada? baru KATANYA DIKEMUDIAN HARI dan perlu diketahui pula  *Kuota Impor daging tidak akan bertambah*.

Sementara demikianlah notes ini dibuat. Saya teringat ucapan "lau saroqot fatimah" (silahkan gogling tentagn hal ini) untuk menutup notes ini dengan sebuah POSTULAT dari seorang yg bernama Muhammad ibn Abdullah, dan bergelar hamba dan Rosul Allah.. yang inti sari dari postulatnya:
"Beliau jamin hancurnya suatu bangsa, adalah ketika penegak hukum tebang pilih. Atas tuan-tuan, pelanggaran hukum tidak akan ditegakkan secara adil dan tegas, adapun untuk yang bukan tuan-tuan bahkan lawan dari tuan-tuan, hukum itu tegas bahkan kebablasan ditegakan".

Berbanggalah Anas, sedemikian belanya rakyat dari bangsa ini yang membelanya dari perbuatan dzolim, sekalipun bukti sudah terang benderan diketahui umum. []

Selasa, 26 Februari 2013

Menilik Konspirasi, Ahmad Fathanah (AF) Merupakan Seorang Inteligen, Benarkah?

Ahmad Fathanah seorang agen intelijen


Panduan bagi kita untuk mewaspadai siapa pun yang dekat -atau mendekati- kita. Selamat menyimak.

Menyimak Dunia Persilatan yang lagi gonjang ganjing, langit glap-glap...0_o..
ini ada sebuah analisa menarik dari temen saya alumni UI:
Ahmad Fathanah (AF), sebuah nama yang berarti seseorang yang Terpuji lagi Cerdas. Entah mengapa, saya tidak begitu tertarik dengan teori konspirasi yang baru saja dilontarkan Sang Presiden baru PKS saat konferensi press pertama itu. Tapi saya lebih tertarik dengan sosok si Terpuji dan Cerdas ini. Karena bagi saya, "keterpujian" dan kecerdasan perilakunya dalam kasus ini lebih terlihat seksi untuk dibahas dibanding terpilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS, lagi-lagi subyektif menurut saya.
Mengapa begitu?

Pertama, AF bukanlah kader PKS. Menurut Tifatul Sembiring, AF adalah teman dekat LHI sewaktu mondok bersama-sama di Pesantren Gontor. Saya membayangkan, ada seorang teman semasa SMA dulu di Madiun yang kemudian bertemu di Jakarta. Hal minimal yang saya lakukan adalah bertanya-tanya background dia; kerja apa, tinggal dimana, keluarga berapa, selama ini kemana saja, dsb.

Dalam dunia intelijen hal diatas dinamakan clearance. Tujuannya adalah memastikan bahwa latar belakangnya itu clear atau tak ada masalah. Siapapun kita saya yakin pasti akan melakukan hal serupa, meski secara tak sadar, hanya sekedar untuk basa-basi mengakrabkan percakapan.
Tahap lebih lanjut adalah cross check, datang ke rumahnya atau kantornya, cek facebook, cek twitternya, cek linkedin, kenalan dengan keluarganya, kenalan dengan temannya, dsb. Terlebih untuk posisi seorang yang sangat penting, proses clearance seharusnya dilakukan lebih canggih lagi. Tentunya hal ini bukan langsung dilakukan oleh ybs, tetapi oleh protokoler, ajudan, staff ahli, staff khusus, atau orang-orang disekeliling yang bertanggung jawab terhadap keselamatan beliau.

Pernah suatu saat saya diajak teman untuk bertemu pejabat Eselon 1 di UKP4. Dari ujung telpon sana sang pejabat minta nama lengkap serta beberapa data pribadi saya lewat teman saya itu. Data dikirim dan setengah jam kemudian ada konfirmasi, "Lu dah clear Way."
Balik maning ke AF,proses clearance seperti apa yang dilakukan sehingga AF begitu mudah dekat dengan LHI tanpa terdeteksi? Saya curiga AF adalah agent yang disusupkan serupa dengan Sigid Haryo Wibowo yang"menangani" Antasari Azhar. Atau Pollycarpus yang `ngerjain' almarhum Munir. Info dari staff KPK yang muncul di portal online menyatakan bahwa AF ini memiliki 5 istri dan 11 anak, WOW … saya musti ke pucuk dan bilang … pucuk ..pucuk...!?!?! Ikut aliran pencak silat apa dia sampai bisa beristri 5?

Jika satu parameter ini (istri 5) saja terdeteksi di awal bisa dipastikan logika akan berkata "There is something wrong!"

Kedua, hal yang membuat AF begitu seksi dimata saya adalah covering yang dibuatnya sangat khas seorang agent. Saya aduk-aduk simbah Google untuk menelusuri jejak-jejak AF didunia maya, namun nihil. Yang ada hanya laman berita-berita keterkaitan dia dengan kasus LHI. Setidaknya sampai saat ini saya tidak mengendus facebooknya,twitter, blog, atau lain sebagainya sebagaimana "manusia umum". Jika ada diantara pembaca yang mendapatkannya tolong beritahu saya. Saya malah nemu facebook Maharany hehehe ☺.

Dalam dunia intelijen, pantang seorang agent membuat jejak di dunia maya. Dia akan berusaha menutupi (covering) setiap identitas dirinya serapat mungkin. Baik identitas di dunia nyata maupun maya. Bahkan ada pameo didunia intelijen,"1000 covering tak pernah cukup!".

Lebih menarik lagi pengakuan kakak kandung AF di beberapa portal berita yang mengatakan bahwa tak tahu usaha atau bisnis apa yang sedang dijalankan AF. Wow, kalau yang ini saya musti salto, koprol, kayang, dan naik ke pucuk lagi … pucuk… pucuk…! Bagaimana mungkin seorang kakak tidak tahu bisnis apa yang sedang digeluti adiknya. Secara logika aja, hanya ada 2 kemungkinan, sang kakak bohong atau sang adik punya cover yang sangat tebal. Ahmad Fathanah Merupakan Seorang Inteligen,
Benarkah?
Belum lagi jika dikaitkan dengan 5 istrinya. Dengan salah satu apartemen istrinya di Margonda Residence, saya dulu pernah lihat-lihat harganya sekitar 300 juta. Anggap saja AF bisa berlaku adil dengan semua istrinya, maka masing-masing istri menerimatempat tinggal yang selevel yaitu 300 juta x 5 istri = 1,5 milyar. Belum harta-harta yang lain, mungkinkah orang dengan penghasilan segitu besar keluarga tak tahu asalnya darimana?

Atau hitungan jika hanya kontrak; 1,5juta/bulan x 5 istri = 7,5 juta/bln. Belum biaya 11 anak, konsumsi sehari-hari, biaya pulsa, bayar listrik, bayar air, dan lain sebagainya. Dengan asumsi biaya kontrak adalah 1/3 dari penghasilan sebulan maka pengeluaran sebulannya bisa mencapai min 22,5juta. Adakah kira-kira orang dengan gaji 22,5juta sebulan yang keluarga tidak tahu asal-usul hartanya? Sungguh aneh secara logika, namun tidak aneh untuk seorang agent.

Dugaan saya, AF sebenarnya belum menyelesaikan misi utuhnya. Tapi keburu ditangkap KPK. Mengapa demikian? Karena AF belum sempat menyerahkan uang tersebut ke LHI. Mungkin setelah menyerahkan uang tersebut pun, masih ada misi-misi lain yang harus diselesaikan juga. Artinya masih terbuka lebar missing link dalam kasus ini yang membuat LHI ada kemungkinan bisa bebas dan jadi pihak yang terdzalimi.
Dalam hal ini saya pribadi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada KPK, karena saya tidak bisa membayangkan jika misi AF sampai
COMPLETED! Mungkin tsunami efeknya bisa merubuhkan sebuah organisasi sebesar PKS sampai lumat.

Ketiga, akhirnya kita jadi tahu bahwa organisasi sebesar PKS masih sangat rawan dibobol operasi intelijen. Dengan hanya seorang operator sekelas AF, walo tak dipungkiri pasti banyak actor dibelakangnya, organisasi sekuat PKS mampu dijebol. Ibarat perang,yang langsung tertembak saat ini adalah Panglima, itu artinya symbol pertahanan dan kebanggaan pasukan tertinggi. Apalagi ditingkat bawah. Dengan tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah, symbol organisasi yang tertusuk langsung ini suatu alarm besar bagi seluruh organisasi. Harus ada program dan system "melek intelijen" yang segera di set up. Jika tidak, maka tunggu satu per satu symbol-symbol organisasi lain akan di acak-acak lebih lanjut. Sampai akhirnya tumbang tak bersisa.

Mengenai salah tidaknya LHI dalam kasus ini, mari kita serahkan pada proses hukum yang sedang berjalan.

Saya pribadi masih percaya KPK satu-satunya lembaga terbersih saat ini. Saya juga percaya LHI adalah sosok bersih. Karena saya pernah berkesempatan mendapat arahannya langsung saat Ramadhan tahun lalu, dan kata-katanya luar biasa penuh energy selayaknya orang-orang berjiwa bersih. Ibarat menangkap ikan dengan perangkap bambu tradisional, peran KPK hanyalah sebagai perangkap yang menunggu ikan-ikan masuk ke dalamnya.

Yang sedang saya tulis adalah peran orang yang menggiring ikan-ikan itu sehingga tanpa sadar dimasukkan perangkap KPK. Merekalah sebenarnya pembuat tipu daya yang bisa dicegah jika kita memiliki ilmunya.

"Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya." (Qs. Al-Anfal : 30)

Allah swt telah berjanji akan membalas tipu daya manusia culas dengan tipu daya sebaik-baiknya tipu daya. Namun janji Allah swt tidak akan bekerja jika manusianya tidak berusaha, hanya pasrah, hanya berdoa, serta hanya menyalahkan teori konspirasi. Menurut info tak valid yang saya terima, operasi intelijen di tubuh PKS telah dimulai sejak tahun 2006. Wallahua'lambishshowwab.

Namun dalam sebuah wawancara di stasiun TV swasta tahun 2010an, Hendropriyono (waktu itu sudah pension) mengatakan kurang lebihnya saya masih ingat betul,
"Saya telahmendeteksi OTB sejak tahun 70an di kampus-kampus besar sebagai basisnya. Kemudian saya berkejar-kejaran dengannya, hingga saya mencapai posisi tertinggi di BIN. Namun sayangnya, pas saya sudah punya power untuk menggilasnya, reformasi datang dan OTB itu menjadi Partai resmi."

Kawan saya complain, loh Hendropriyono kan sudah pension lama?
Hey man, the Agent never retired, he just rest for relax.

Saya mencermati kalimat "berkejar-kejaran" diatas. Apa interpretasi atas frase ini? Sedang sebuah kalimat "kamu cantik deh" bisa diasumsikan berbagai macam, pun kalimat diatas yang keluar dari mulut seorang ex pejabat tertinggi intelijen negara. Dalam psikologi, perilaku yang nampak merupakan cermin dari sesuatu yang tersimpan dalam kognisin
ya, bahkan cermin dari alam bawah sadarnya. Mungkinkah?? Mari kita bertanya pada Hendropriyono yang bergoyang. :-)
..........................
Salam Damai...0_o..
(disadur dari akun FB Rahmad Puryodo, dari grup BBM)

Dirut PT. Indoguna : Uang 1 Milyar Bukan Untuk LHI

Dirut PT. Indoguna : Uang 1 Milyar Bukan Untuk LHI

Islamedia - Direktur utama PT Indoguna, Maria Elisabeth Liman, diperiksa KPK sebagai saksi di kasus dugaan suap impor daging Selama 13 jam. Lewat kuasa hukumnyam dirinya membantah keterlibatan uang Rp 1 miliar untuk Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

Maria memilih untuk menyerahkan jawaban pertanyaan wartawan kepada pengacaranya. "Tanya pengacara saya," kata Maria, usai pemeriksaan, di KPK, jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (25/2/2013).

Kuasa hukum Maria, Denny Kailimang menjelaskan uang Rp 1 miliar itu untuk dana seminar dan tidak ada kaitannya dengan kuota. "Itu kan untuk seminar, nggak ada kaitannya (dengan kuota)," ungkapnya.

Dia juga mengatakan pertemuan di Medan yang dihadiri Luthfi Hasan dan juga menteri pertanian Suswono adalah inisiatif Elda Devianne Adiningrat.

"Jadi sebenarnya itu adalah ide dari ibu Elda," ujar Denny.

Maria sendiri keluar dari gedung KPK sekitar pukul 22.15 WIB. Mengenakan kemeja biru muda, Maria langsung masuk ke mobil Alphard hitamnya yang sudah menunggu di depan lobi KPK.

Maria Elisabeth adalah salah satu saksi yang turut dicegah ke luar negeri. Dua anak buahnya di PT Indoguna, yaitu Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi telah ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan suap impor daging.(detik)Islamedia - Direktur utama PT Indoguna, Maria Elisabeth Liman, diperiksa KPK sebagai saksi di kasus dugaan suap impor daging Selama 13 jam. Lewat kuasa hukumnya dirinya membantah keterlibatan uang Rp 1 miliar untuk Luthfi Hasan Ishaaq (LHI).

Maria memilih untuk menyerahkan jawaban pertanyaan wartawan kepada pengacaranya. "Tanya pengacara saya," kata Maria, usai pemeriksaan, di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (25/2/2013).

Kuasa hukum Maria, Denny Kailimang menjelaskan uang Rp 1 miliar itu untuk dana seminar dan tidak ada kaitannya dengan kuota. "Itu kan untuk seminar, nggak ada kaitannya (dengan kuota)," ungkapnya.

Dia juga mengatakan pertemuan di Medan yang dihadiri Luthfi Hasan dan juga menteri pertanian Suswono adalah inisiatif Elda Devianne Adiningrat.

"Jadi sebenarnya itu adalah ide dari ibu Elda," ujar Denny.

Maria sendiri keluar dari gedung KPK sekitar pukul 22.15 WIB. Mengenakan kemeja biru muda, Maria langsung masuk ke mobil Alphard hitamnya yang sudah menunggu di depan lobi KPK.

Maria Elisabeth adalah salah satu saksi yang turut dicegah ke luar negeri. Dua anak buahnya di PT Indoguna, yaitu Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi telah ditetapkan sebagai tersangka di kasus dugaan suap impor daging. (detik)
 
sumber : detik.com, islamedia.com

Senin, 25 Februari 2013

Mabit Tarbawi DPC PKS Prambanan : Tes Ruhiyah

PRAMBANAN, SLEMAN -- DPC PKS Prambanan mengadakan program mabit untuk kader, pada hari Sabtu malam Ahad, 23-24 Februari 2013. Acara dilaksanakan di masjid Baitussalam. Sedianya direncanakan dimulai pukul delapan malam namun realisasinya acara baru dapat dimulai lebih malam. Hadir pula dalam acara tersebut para pengurus harian DPC, di antaranya ketua DPC, sekretaris, bendahara, ketua bidang dan lain-lainnya.

Pelaksanaan program ini merupakan hasil seruan dari pengurus pusat (DPP) agar dalam waktu yang telah ditentukan, para kader melaksanakan mabit atau jalsah ruhiy, dan sebagainya. Dan dalam majelis tersebut peserta hendaknya dapat menyelesaikan membaca surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, Yaasiin, Ash-Shaafaat, Al-Waqi'ah, Al-Mulk, Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas. Hal itu ditujukan untuk meningkatkan ruhiyah dan juga sekaligus pengetesan, apakah kader mampu menyelesaikan dalam sekali waktu, karena jumlah total beberapa surah tersebut cukup panjang, yakni sekitar tiga juz.

Acara diakhiri pada pagi harinya, sekitar pukul enam pagi. Semoga melalui acara ini, kedekatan dengan Al-Qur'an semakin kuat dan memberikan kontribusi bagi keberkahan dan produktifitas dakwah yang meningkat. Aamiin. [cah]

Sabtu, 23 Februari 2013

Undangan Mabit Tarbawi Seluruh Kader Prambanan

Untuk memperkuat ruhiyah para kader dakwah, diharapkan kehadiran seluruh kader DPC PKS Prambanan dalam acara :

MABIT TARBAWI

Hari, tanggal : Sabtu, 23 Februari 2013
Waktu : pukul 20.00
Tempat : Masjid Baitussalam

Agenda utama :
Membaca Al-Qur'an, surah Al-Fatihah, Al-Baqarah, Ash-Shaffaat, Yaasiin, Al-Waaqi'ah, Al-Mulk, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas.

Siapkan :
1. Mushaf Al-Qur'an,
2. Perlengkapan tidur.

Harap hadir tepat waktu. Insya Allah agenda ini merupakan bagian dari langkah perjuangan kita menyongsong kemenangan dakwah. Allaahu akbar!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan